PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama dua hari Konferensi "Precarity and Sustainability: Society and Ecology in Indonesia" akan dilaksanakan pada 21-22 Agustus 2024.

Konferensi ini diselenggarakan di Singapura. Acara ini merupakan kolaborasi antara Indonesia Studies Programme, ISEAS – Yusof Ishak Institute dan Institute of Social Sciences and Humanities, National Research and Innovation Agency.

"Untuk hari pertama yakni hari ini, 21 Agustus 2024 kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Prof Hui Yew-Foong selaku Koordinator Indonesia Studies Programme, ISEAS-Yusof Ishak Institute dan Prof Dr Najib Burhani yakni Deputi Ilmu Sosial dan Humaniora, Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian oleh Keynote Speaker, Dr Vinod Thomas selaku Visiting Senior Fellow, Regional Economic Studies Programme, ISEAS-Yusof Ishak Institute dengan topik "Ekologi dan Ketidakpastian Sosial di Asia Tenggara".

Kegiatan berlanjut dengan penyampaian-penyampaian oleh panelis. Profesor Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara atau USU menjadi salah satu Pembicara dalam Panel 2 bertajuk Praktik Pertanian yang Tidak Berkelanjutan sementara Panel 3 bertajuk Polusi dan Pengelolaan Limbah.

Kemudian di hari kedua yakni Kamis, 22 Agustus 2024 ada Panel 4 bertajuk Perubahan Iklim dan Ketidakpastian Ekologi, Panel 5 bertajuk  Ketidakpastian Sosial dan Ekonomi, Panel 6 bertajuk Kesehatan Lingkungan dan Ketidakpastian. (TESTI PRISCILLA/j)