JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Komisi XI DPR, Puteri Anetta Komarudin, memberikan sambutan positif terhadap peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan sektor produksi yang dapat memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Puteri menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini diharapkan mampu menciptakan *multiplier effect* di sektor ekonomi, yang diperkirakan bisa memberikan dampak yang lebih dari enam kali lipat. Hal ini terkait erat dengan keterlibatan UMKM dalam proses penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Keterlibatan UMKM dalam program MBG dianggap sangat krusial. Tidak hanya sektor katering yang akan mendapatkan manfaat, tetapi juga para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan. Mereka akan turut serta dalam menyediakan bahan pangan, termasuk beras dan lauk pauk, yang dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. Dalam hal sumber pasokan, Puteri menyebutkan bahwa Badan Usaha Milik Desa dan koperasi yang berada di tingkat desa dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan UMKM yang terlibat dalam program ini. Lebih lanjut, Puteri menekankan bahwa program ini merupakan prioritas nasional dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak, seperti yang telah diuraikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidato Pengantar RAPBN 2025 di Gedung DPR/MPR. Puteri juga menyoroti potensi positif dari program ini dalam mengatasi masalah kelaparan kronis dan akut. Ia percaya bahwa program MBG akan berdampak pada peningkatan rata-rata berat badan anak sebesar 0,37 kg dan tinggi badan sebesar 0,54 cm per tahun. "Peningkatan gizi ini sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat, terampil, cerdas, dan siap bersaing," jelasnya. Tak hanya itu, Puteri mengungkapkan bahwa implementasi program MBG dapat berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi anak dalam pendidikan, baik di sekolah maupun pesantren, dengan target peningkatan hingga 10 persen. Ia juga mencatat bahwa program serupa telah diterapkan di 76 negara di seluruh dunia, membuktikan bahwa inisiatif ini telah teruji dan efektif. Dengan demikian, DPR berkomitmen untuk terus melakukan diskusi dan pendalaman bersama pemerintah mengenai program ini. Pembahasan tersebut mencakup aspek pengalokasian anggaran, tahapan pelaksanaan, serta pengelolaan yang tepat dan akuntabel. Puteri menyimpulkan, "Kami berupaya agar program ini dapat berjalan dengan baik, efektif, dan tepat sasaran. Oleh karena itu, kami juga mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan terkait pelaksanaan program ini." Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini dirancang untuk memberdayakan UMKM sekaligus meningkatkan gizi anak-anak, serta memajukan ekonomi masyarakat kecil di daerah. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan dari aspek teknis dan tata kelola yang akuntabel. ANTARA