PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Konferensi tentang "Prekaritas dan Keberlanjutan: Masyarakat dan Ekologi di Indonesia" yang dilaksanakan oleh Indonesia Studies Programme atau Program Studi Indonesia, ISEAS – Yusof Ishak Institute, dan Institut Ilmu Sosial dan Humaniora, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN di Singapura melibatkan banyak dosen Indonesia. Salah satunya Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara atau USU.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 21-22 Agustus 2024 di Ruang Seminar ISEAS.

"Konferensi ini akan mengkaji interaksi antara kekuatan kapitalisme, degradasi lingkungan, dan ketidakadilan sosial. Peserta akan menyelidiki akar penyebab prekaritas sambil menjelajahi jalur menuju masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh bagi Indonesia," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews.

Prof Rahmawaty sendiri menjadi salah satu pembicara pada panel kedua hari ini bersama beberapa narasumber lainnya.

Bertajuk "Praktik Pertanian yang Tidak Berkelanjutan" panel ini dimoderatori oleh Ms Julia Lau Fellow Senior, Program Studi Indonesia, ISEAS-Yusof Ishak Institute.

Pembahas pada sesi ini ialah Ms Elyssa Kaur Ludher, Visiting Fellow, Climate Change for Southeast Asia Programme, ISEAS-Yusof Ishak Institute.

Sementara Prof Rahmawaty menjadi Pembicara pada sesi tersebut dengan membawa materi "Dampak Praktik Pertanian yang Tidak Berkelanjutan pada Kualitas Lingkungan dan Masyarakat" bersama dengan dua narasumber lainnya.

--page

Yaitu Ms Esti Anantasari dari Universitas Gadjah Mada yang membawa materi "Menabur Kedaulatan Hidup di Sumba Barat Daya: Memahami Ketahanan Pangan Secara Kontekstual dan Adaptif Melalui SISIBULAT (Siaga Siklis Bulan Lapar Toolkit)" serta ada Dr Rony Megawanto dari Yayasan KEHATI yang membawa materi "Memulihkan Keamanan Pangan Masyarakat Berbasis Pangan Lokal dan Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Timur". (TESTI PRISCILLA/j)