SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Pemerintah Kabupaten Kudus di Jawa Tengah berencana untuk memfokuskan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 terutama untuk pengembangan infrastruktur. Meskipun demikian, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian penting. Penjabat Bupati Kudus, M Hasan Chabibie, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama dalam APBD 2025. Namun, dia juga menekankan pentingnya masyarakat memberikan masukan terkait bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam hal ini, masukan yang diterima melalui media sosial diharapkan dapat diakomodasi dalam rencana tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan inventarisasi terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar segera ditangani. Mardani menambahkan bahwa besaran anggaran untuk infrastruktur serta sektor pendidikan dan kesehatan masih belum dapat dipastikan, mengingat masih dalam tahap pembahasan yang lebih mendetail bersama pihak DPRD Kudus. Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kabupaten Kudus dan DPRD Kudus periode 2019-2024 telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun 2025. Tahapan selanjutnya akan bergantung pada diskusi yang lebih menyeluruh terkait anggaran tersebut. Anggota DPRD Kudus yang baru dilantik sebagian besar merupakan anggota yang sudah berpengalaman. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas koordinasi antara Pemkab Kudus dan DPRD. Penjabat Bupati Kudus juga mengharapkan agar DPRD lebih fokus pada penataan sumber daya manusia (SDM), terutama di Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama, mengingat banyaknya madrasah dan pondok pesantren yang memerlukan perhatian. Dalam penandatanganan KUA-PPAS untuk anggaran tahun 2025, proyeksi pendapatan setelah pembahasan komisi diperkirakan mencapai Rp1,99 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp659,17 miliar, sementara total belanja diperkirakan sekitar Rp2,1 triliun. Kekurangan anggaran ini akan ditutup dengan proyeksi sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp93,88 miliar. Ketua DPRD Kudus, Masan, menekankan bahwa pembahasan APBD 2025 direncanakan dapat segera dilakukan. Tujuan dari pembahasan ini adalah agar program-program pemerintah yang ada dapat ditelaah secara rinci. Masan juga menambahkan bahwa pada tahap ini masih memungkinkan terjadinya perubahan maupun penyesuaian dalam program kegiatan. Pengesahan APBD 2025 diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan November 2025, mengingat bahwa setelah periode dua bulan, pimpinan DPRD Kudus yang definitif akan ditetapkan. Dengan demikian, harapan untuk mencapai target-target yang ditetapkan dalam program-program pemerintah dapat terwujud. ANTARA