PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS bersama USAID SEGAR melalui Program Perhutanan Sosial menggelar pelatihan penguatan kelembagaan usaha, koperasi dan literasi keuangan untuk Kelompok Tani Hutan atau KTH Mitra Binaan di wilayah Kotawaringin Barat, bertempat di Hotel Brits Pangkalan Bun, pada 1-3 Agustus 2024 lalu.

Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari 3 KTH di Kotawaringin Barat, yakni KTH Mawar Bersemi, Tani Sejati dan Danau Seluluk Jaya.  Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala KPHP Kobar Anwari Delmi, dan juga dihadiri Ian Hilman selaku Site Manager - USAID SEGAR Central Kalimantan dan juga tim Pendamping dari PT SSMS Tbk., yakni Amrin Fauzi dan Affan Kurniawan.

Amrin selaku Pendamping dari Perwakilan PT SSMS Tbk dalam rilis yang diterima Borneonews pada Rabu, 21 Agustus 2024 mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi yang sangat baik dalam mendukung  program Perhutanan Sosial, dimana keterlibatan para pihak baik dari private sector yakni PT SSMS Tbk, Pemerintah yakni Dinas KPHP, dan Program Kemitraan yakni USAID SEGAR berperan aktif dalam mewujudkan hutan lestari masyarakat sejahtera.

Amrin menambahkan implementasi kolaborasi bersama USAID SEGAR sudah dimulai sejak 2023. Lokasinya berada di HKm Danau Seluluk Jaya, HKm Tani Sejati dan HKm Mawar Bersemi di Wilayah Kobar.

"Fokus utama kolaborasi ini adalah penguatan usaha menyasar pada perbaikan tata kelola mulai dari sektor hulu sampai ke sektor hilir. Di sektor hilir menyasar pada perbaikan tata kelola usaha Perhutanan sosial, para KUPS diharapkan dapat memahami penanganan usaha dan pembukuan usahanya.

Selain itu dapat juga dilakukan kemitraan usaha dengan stakeholder untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan market pasar," lanjut Amrin.

Pada kesempatan yang sama, Liza Apriani selaku Green Supply Chain Specialist – USAID SEGAR menyampaikan bahwa Kelompok Usaha Perhutanan Sosial atau KUPS merupakan badan usaha yang penting untuk dikembangkan dalam rangka menyatukan masyarakat untuk mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian hutan di wilayahnya.

“Para pendamping berharap melalui kegiatan pelatihan ini menjadi investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi kelompok dalam mengelola Perhutanan Sosial secara optimal serta meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mitra binaan," tutur Liza.(TESTI PRISCILLA/R)