**Borneonews - Ciamis**, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Giyatno, mengungkapkan rencana ambisius untuk menjadikan Ciamis sebagai kabupaten penghasil ikan nila terbesar di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Menurut Giyatno, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan kontribusi besar bagi sektor perikanan nasional.
"Pada tahun-tahun mendatang, kami menargetkan Kabupaten Ciamis dapat menjadi kabupaten produsen ikan nila terunggul di Indonesia," jelasnya dalam pernyataan tertulis yang diterima.
Untuk mencapai target tersebut, saat ini produksi ikan nila yang berlangsung di Desa Kawali, Ciamis, telah mencapai angka 108 ton per tahun. Dengan perencanaan matang, dalam beberapa tahun mendatang, diharapkan produksi tersebut meningkat menjadi 360 ton per tahun.
Optimisme Giyatno semakin menguat mengingat Desa Kawali telah ditetapkan sebagai *pilot project* untuk program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang dikenal dengan sebutan *Smart Fisheries Village* atau Kampung Perikanan Cerdas. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan standar perikanan dan budidaya yang berkelanjutan.
Dari segi ekonomi, omzet yang dihasilkan dari ikan nila konsumsi oleh masyarakat setempat mencapai Rp3,2 miliar per tahun. Angka ini belum termasuk potensi pendapatan dari hasil pengolahan ikan yang bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Giyatno menambahkan bahwa akan ada rencana penambahan lima lokasi budidaya baru di lima Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Hal ini diharapkan dapat mendorong produksi ikan nila yang lebih menjanjikan di Kabupaten Ciamis.
Pengembangan lokasi baru untuk budidaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kuantitas hasil produksi, tetapi juga memastikan bahwa kualitas ikan nila yang dihasilkan sesuai standar layak dikonsumsi serta bergizi.
"Semoga dengan kehadiran Kawali Kampung Nila sebagai pionir, setiap kecamatan akan memiliki kemampuan untuk memproduksi ikan nila. Sebelumnya ada lima lokasi, dan kami akan menambah lagi. Dari seluruh 27 kecamatan, kami yakin produksi ikan nila akan meningkat, dengan pasar yang menjanjikan di luar daerah," paparnya lebih lanjut.
Sementara itu, Lim Gala Permana, Ketua Gapoktan Kampung Nila SFV Desa Kawali, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan potensi Kampung Nila. Ia mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, permintaan pasar terhadap ikan nila semakin meningkat, bahkan ada permintaan untuk ekspor.
"Kami saat ini hanya bisa melayani permintaan di wilayah Ciamis karena terbatasnya kapasitas produksi. Kolaborasi dengan Pemerintah sangat penting untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas akses pasar," jelas Lim.
Ia juga menjelaskan, pihaknya menerima permintaan dalam jumlah besar untuk ekspor, yang menunjukkan adanya potensi yang besar jika produksi dapat ditingkatkan. "Kami membutuhkan pengembangan karena permintaan sangat tinggi. Beberapa waktu lalu, ada permintaan untuk ekspor dengan volume yang cukup besar. Mereka menginginkan kualitas dan kuantitas," tutupnya.
ANTARA
Ciamis Targetkan Jadi Kabupaten Penghasil Ikan Nila Terbesar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komentar (0)
Memuat komentar…







