**Borneonews - Palu**, Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat, John McDaniel, telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dalam konteks pembangunan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tengah.
Gubernur Rusdy menyampaikan, sektor-sektor seperti pertanian, peternakan, dan perikanan akan menjadi perhatian utama dalam strategi pembangunan ke depan. Dia menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Sulawesi Tengah tidak hanya bergantung pada hasil dari sektor pertambangan. Dalam pernyataannya di Kantor Gubernur, Rusdy menekankan, "Kami ingin mengoptimalkan potensi alam yang ada demi kesejahteraan masyarakat."
Lebih lanjut, Rusdy mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah kaya akan berbagai sumber daya alam, mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga pertambangan. Meskipun memiliki kekayaan tersebut, ia berkomitmen untuk mengarahkan perhatian pada pengembangan sektor-sektor non-tambang yang dapat memberikan dampak lebih langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Gubernur Rusdy juga menggarisbawahi beberapa program unggulan yang telah mulai diterapkan, seperti inseminasi buatan pada ternak sapi, budidaya kelapa hibrida, serta peningkatan produksi durian untuk kebutuhan ekspor ke Tiongkok. Semua inisiatif ini dikelola melalui perangkat daerah yang berwenang.
Di samping potensi ekonominya, Sulawesi Tengah juga memiliki warisan sejarah dan budaya yang kaya. Ini terlihat dari peninggalan megalitikum di lembah Bada, Besoa, dan Napu, yang saat ini diusulkan untuk menjadi situs warisan dunia UNESCO. Tak hanya itu, jejak sejarah Islam tertua di Nusantara yang berasal dari abad ke-8 dapat ditemukan di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta kontribusi penelitian Alfred Wallace di Pulau Walea, yang berperan penting dalam pengembangan teori evolusi Darwin.
Rusdy berharap bahwa Pemerintah Amerika Serikat dapat memberikan bantuan dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya Sulawesi Tengah kepada khalayak internasional.
Menanggapi harapan tersebut, John McDaniel menyatakan kekagumannya terhadap potensi yang ada di Sulawesi Tengah dan menunjukkan ketertarikan untuk melakukan kerja sama. Ia mengonfirmasi bahwa Pemerintah AS siap untuk berkontribusi dalam isu-isu pembangunan berkelanjutan, termasuk upaya menurunkan tingkat stunting dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di Morowali.
Selain itu, McDaniel juga menawarkan program perlindungan lingkungan yang bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang eksotis di Sulawesi Tengahrumah bagi berbagai flora dan fauna endemik. "Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat Sulawesi Tengah dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik," tuturnya menutup pernyataan.
ANTARA
Konjen AS dan Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







