**Borneonews - Jakarta**, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, baru-baru ini mengamankan 15 orang yang teridentifikasi sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam rangkaian Operasi Bina Tertib Praja. Operasi tersebut dilaksanakan pada Rabu.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Kepala Satpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, menyatakan, "Pada hari ini, terdapat 15 orang yang kami amankan." Penangkapan ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2024.
Para PPKS yang ditangkap terdiri dari lima orang yang berperan sebagai pengatur jalan tanpa izin, enam anak jalanan, satu individu yang dikenal sebagai manusia silver, dan dua pengamen. Operasi tersebut dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Pasar Kebayoran Lama, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Alam Asri, Jalan Teuku Nyak Arief, hingga Jalan Ciputat Raya.
Setelah ditangkap, ke-15 PPKS tersebut dibawa ke kantor Satpol PP di Kecamatan Kebayoran Lama untuk pendataan lebih lanjut. Dian menjelaskan, "Setelah kami mencatat data mereka, akan kami serahkan kepada Panti Kedoya melalui P3S (Sudin Sosial Jakarta Selatan)."
Operasi ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Pasal 7 dan Pasal 40 Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 mengenai Ketertiban Umum. Mereka yang berhasil diamankan pun akan dikenakan sanksi berupa tindak pidana ringan (*tipiring*). "InsyaAllah, pada hari Jumat mendatang, mereka akan kami jalani proses *tipiring*," imbuhnya.
Operasi ini melibatkan kerjasama antara Satpol PP Kebayoran Lama, Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, serta pihak TNI dan Polri. Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta telah berhasil menjaring 659 PPKS dalam operasi serupa yang berlangsung dari 1 hingga 9 Agustus 2024, sebagai upaya untuk menjaga ketertiban umum di seluruh wilayah Jakarta. Operasi Bina Tertib Praja akan terus berlanjut hingga 31 Agustus 2024.
ANTARA
Satpol PP Kebayoran Lama Amankan 15 PPKS dalam Operasi Tertib
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Kemendikdasmen Beri Fleksibilitas Susulan TKA untuk Wilayah Karhutla
James T. Collins: Hilangnya Bahasa Daerah Ancam Identitas Etnis Dayak Tola'
Komentar (0)
Memuat komentar…







