PADANG –
**Borneonews - Padang**, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memberikan perhatian khusus terhadap *Export Coaching Program* (ECP). Program ini ditujukan sebagai sarana untuk melahirkan pengusaha yang berorientasi pada ekspor di daerah tersebut. Mahyeldi menyatakan pentingnya keberlangsungan program ECP yang akan berlangsung pada tahun 2024. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari program ini adalah agar setiap peserta dapat bertransformasi menjadi eksportir yang memasarkan beragam produk dari Sumatera Barat. Dalam sambutannya di Padang, ia menyebutkan, “Program ECP tahun 2024 harus terus dikawal agar peserta bisa langsung menjadi eksportir.” Gubernur juga menggarisbawahi potensi besar yang dimiliki Sumatera Barat, seperti komoditas gambir, karet, kelapa sawit, dan kakao, yang masih belum optimal pemanfaatannya untuk pasar ekspor. Ia yakin, dengan dukungan dari ECP, akan muncul berbagai eksportir baru yang bisa membawa nama baik daerah melalui beragam produk yang mereka tawarkan. Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan bahwa semakin banyaknya eksportir yang lahir dari Sumatera Barat akan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian regional. Ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan di Sumbar juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, Mahyeldi meminta kepada Disperindag untuk merancang strategi kerja sama yang saling menguntungkan antara eksportir dan industri kecil serta menengah (IKM). Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Novrial, selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, menjelaskan bahwa ECP bertujuan untuk mempersiapkan para pengusaha agar dapat menjalankan bisnis ekspor secara efisien. Ini mencakup aspek manajemen, produksi, pembiayaan, dan promosi yang lebih terstruktur. Program ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) di bawah Kementerian Perdagangan, bekerja sama dengan Disperindag Sumbar. Novrial menambahkan bahwa Sumatera Barat telah menyelenggarakan program ini selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, dari 30 peserta, sebanyak 18 di antaranya telah berhasil menjadi eksportir. Untuk tahun 2024, dari 30 peserta, satu di antaranya sudah melakukan ekspor, sementara lima peserta lainnya sedang dalam proses menuju ekspor. “Kami akan terus memantau agar peserta ECP tahun 2024 dapat menjadi eksportir andal dari Sumbar," ujarnya. Novrial juga menyampaikan harapannya agar program ini bisa diadakan lagi pada tahun 2025 untuk melanjutkan upaya pencetakan eksportir baru dari daerah ini. ANTARA