MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dalam bidang perikanan dengan Asosiasi Perikanan Jepang, yang dikenal sebagai *Japan Fishery Association* (JFA), serta Asosiasi Perikanan Budidaya Jepang, atau *Japan Marine Culture Association* (JMCA). Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengundang perwakilan dari Jepang untuk membahas potensi kerja sama yang dapat dijalin, terutama dalam pengolahan sumber daya perikanan yang ada di Sulawesi Selatan. Ilyas juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya terbatas pada diskusi, tetapi juga akan mencakup kunjungan ke Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia menjelaskan bahwa ada dua fokus utama dari kemitraan ini. Pertama, adalah upaya untuk membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas sektor perikanan di Sulsel, baik dalam hal perikanan tangkap maupun budidaya. Kedua, adalah mencari dan melatih generasi muda untuk berkarir di Jepang dalam bidang budidaya serta penangkapan ikan. Setelah mengikuti pelatihan dan memperoleh pengalaman di Jepang, para peserta diharapkan dapat kembali ke Indonesia. Mereka akan memiliki peran penting dalam berbagi pengetahuan yang didapat, serta menerapkannya dalam praktik di sektor perikanan di Sulawesi Selatan. Ilyas juga menekankan pentingnya kerja sama ini dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan. Ia menyadari bahwa SDM dalam bidang ini di Sulawesi Selatan masih memerlukan banyak perbaikan dan pengembangan. Selama kunjungan mereka di Sulawesi Selatan, Ilyas menyatakan bahwa pihaknya juga akan mendampingi JFA dalam kunjungan ke PT Lontara Jaya Sakti, sebuah perusahaan ekspor ikan yang terletak di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba Takalar pada Kamis, 22 Agustus. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami potensi kerja sama dalam bidang ekspor perikanan. ANTARA