JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pelaksana Tugas Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengajukan tambahan alokasi dana sebesar Rp26 triliun untuk tahun 2025. Usulan ini ditujukan untuk mendanai pemeliharaan gedung serta berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun di IKN, yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dalam suatu pernyataan kepada media setelah mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Basuki menjelaskan bahwa seluruh infrastruktur yang telah dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dikelola dan dipelihara oleh OIKN dengan dana yang diusulkan tersebut. Pemeliharaan ini mencakup bangunan penting seperti Istana dan Kantor Presiden dan Wakil Presiden, serta kompleks perkantoran Kementerian Koordinator, dan 47 Tower untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), berserta fasilitas umum seperti jalan dan penyediaan air bersih. "Pemeliharaan ini akan menjadi tanggung jawab OIKN, terutama untuk bangunan yang telah dibangun pada tahun ini, termasuk jalan, saluran air, serta kantor-kantor dan hunian ASN," ujar Basuki. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran negara oleh Kementerian PUPR akan dialihkan menjadi aset milik OIKN. "Kami akan menyerahkannya kepada OIKN untuk dioperasikan, termasuk pembangunan bagian-bagian yang perlu dilaksanakan oleh OIKN," tambahnya. Basuki sebelumnya juga menyampaikan bahwa dukungan untuk infrastruktur Ibu Kota Nusantara pada tahun 2024 ditargetkan sebesar Rp41,41 triliun. Dalam Rapat Kerja di Jakarta, ia menyatakan angka tersebut dan memberikan rincian mengenai progres pembangunan. Hingga 20 Agustus 2024, pelaksanaan paket fisik IKN sudah mencapai 50,4 persen dari total 108 paket yang direncanakan. Rincian progres tersebut menunjukkan bahwa dari Batch 1 yang berlangsung tahun lalu terdapat 40 paket dengan progres 91,4 persen, sementara Batch 2 terdiri dari 31 paket dengan progres 56,3 persen. Untuk Batch 3, yang meliputi 37 paket, progresnya baru mencapai 14 persen. Ini termasuk proyek infrastruktur sumber daya air dengan anggaran Rp1,54 triliun, seperti pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai dan berbagai embung. Dari sisi infrastruktur jalan dan jembatan, total anggaran mencapai Rp18,91 triliun, di mana Jalan Tol IKN 3A dan 3B masing-masing memiliki progres 83 persen dan 96 persen, sedangkan Jalan Tol IKN 5A mencapai 91 persen. Selain itu, proyek duplikasi Jembatan Pulau Balang sudah selesai dan jalan feeder di kawasan IKN progresnya mencapai 84 persen. Dalam hal infrastruktur permukiman, anggaran sebesar Rp12,91 triliun telah dialokasikan, dengan beberapa proyek seperti penataan Sumbu Kebangsaan Tahap 1 yang sudah mencapai progres 100 persen. Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara, yang baru-baru ini digunakan untuk upacara peringatan 17 Agustus 2024, juga telah mencapai 93 persen. Terkait kegiatan pembangunan perumahan, terdapat alokasi dana sebesar Rp8,05 triliun, yang terdiri dari Rumah Tapak Jabatan Menteri dan hunian lainnya untuk Polri, ASN, dan Paspampres. Basuki mengungkapkan bahwa dari 47 tower hunian bagi ASN yang sedang dikerjakan, diharapkan 12 tower dapat selesai dalam waktu dekat, dan keseluruhan proyek ditargetkan untuk rampung pada akhir tahun ini. ANTARA