**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Raja Juli Antoni, menyatakan bahwa pelaksanaan *sertifikat tanah elektronik* saat ini telah melampaui target yang telah ditetapkan. Menurutnya, saat ini terdapat 396 Kantor Elektronik, yang merupakan kantor pertanahan yang menyediakan layanan secara elektronik, dan 26 provinsi telah menerapkan sistem elektronik ini. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 503.746 *sertifikat tanah elektronik* sudah diterbitkan oleh kementerian, yang menunjukkan adanya pencapaian di atas target yang sebelumnya ditentut.
Walaupun demikian, Raja Juli Antoni mencatat bahwa masih terdapat 90 kantor pertanahan yang belum mengimplementasikan *sertifikat tanah elektronik*. Oleh karena itu, ia meminta kepada Direktorat Jenderal terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendala yang dialami oleh kantor-kantor pertanahan yang belum mengadopsi sistem ini. "Perlu adanya perhatian bersama. Saya mengimbau Kepala Kantor Wilayah di setiap provinsi untuk mempercepat proses penerbitan *sertifikat tanah elektronik* di daerah masing-masing," tambahnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak agar proses revisi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 yang merupakan amanah dari Presiden Joko Widodo dapat diselesaikan dengan seksama melalui kerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. "Revisi ini sangat penting agar skema pemberian hak untuk kegiatan jasa lingkungan, seperti *carbon trading*, dapat dilaksanakan," jelasnya.
Raja Juli Antoni kemudian menjelaskan mengenai kemajuan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang saat ini telah mencapai 116,5 juta bidang tanah yang terdaftar. Dia optimistis bahwa target PTSL untuk tahun 2024 yang tersisa sebanyak 3,5 juta bidang tanah dapat tercapai. Dalam hal ini, ia juga menunjukkan data yang menggembirakan mengenai capaian Peta Bidang Tanah (PBT) Luas dan PBT Bidang, yang menunjukkan hasil yang cukup baik.
"Dengan keyakinan, saya percaya bahwa hingga akhir 2024 target pendaftaran 120 juta bidang tanah dapat tercapai dengan baik. Dalam hal realisasi PTSL, baik PBT Luas maupun PBT Bidang, kita melihat adanya surplus dalam realisasi setiap minggunya. Terdata sebanyak 91.535 hektare surplus untuk PBT Luas per minggu dan 41.589 bidang tanah surplus untuk PBT Bidang per minggu. Ini adalah prestasi yang patut kita syukuri," tutup Raja Juli Antoni.
ANTARA
Implementasi Sertifikat Tanah Elektronik Melampaui Target Kementerian
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







