TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen untuk memperkuat ketahanan remaja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut. Hal ini penting mengingat peran remaja sebagai calon generasi produktif dalam menghadapi tantangan masa depan. Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menekankan pentingnya pengembangan karakter remaja dalam konteks pencegahan isu-isu kritis seperti kehamilan remaja, perkawinan anak, kekerasan seksual, dan perundungan. Penekanan ini disampaikan saat acara Advokasi Penguatan Karakter Remaja yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Tarakan. Menurut Gubernur Zainal, remaja merupakan penerus bangsa yang perlu diberdayakan melalui pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara keseluruhan. Dalam pandangannya, situasi yang dihadapi remaja saat ini dipenuhi dengan berbagai tantangan, dan diperlukan langkah preventif untuk mencegah dampak negatif yang dapat muncul. Ia menjelaskan bahwa berbagai permasalahan seperti kehamilan usia remaja dan perkawinan anak termasuk dalam kategori isu kompleks yang tidak hanya berpengaruh pada individu tetapi juga berdampak luas pada keluarga dan masyarakat. Gubernur Zainal juga mencatat hasil laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2023, yang menunjukkan bahwa tingkat kehamilan di kalangan remaja, yang diukur menggunakan indikator *Age Specific Fertility Rate* (ASFR) untuk usia 15-19, adalah sebesar 19,4 per 1000 kelahiran. Angka ini dinilai cukup tinggi dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Gubernur menambahkan, guna mengatasi masalah ini, penting untuk memperkuat penanaman karakter pada remaja, sehingga mereka dapat memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menghindari risiko yang dapat menyebabkan kehamilan di usia dini. Di samping isu tersebut, sentuhannya terhadap tindak kekerasan, terutama perundungan yang masih marak terjadi di kalangan remaja, menjadi hal yang tak kalah penting. Kekerasan seksual yang melibatkan pelajar, baik sebagai pelaku maupun korban, juga merupakan perhatian serius bagi pemerintah. Untuk mengatasi masalah tersebut, Gubernur Zainal mengingatkan bahwa tindakan perundungan dapat terjadi dalam bentuk kekerasan fisik maupun non-fisik, termasuk melalui platform media sosial. Mengingat kompleksitas dan urgensinya, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan Kaltara yang ramah anak, sehingga proses tumbuh kembang remaja dapat berlangsung dengan lebih baik dan membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. ANTARA