JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Perkembangan terakhir mengenai harga pangan menunjukkan adanya variasi harga untuk sejumlah komoditas. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pangan Nasional, harga cabai rawit merah mengalami penurunan sebesar Rp2.250, sehingga mencapai nilai Rp56.790 per kilogram. Meskipun demikian, terdapat juga beberapa komoditas lain yang menunjukkan kenaikan harga serta ada yang tetap stabil per Kamis pagi, 22 Agustus 2024. Data yang diungkap oleh Panel Harga Bapanas pada pukul 07.40 WIB menunjukkan adanya perubahan harga di seluruh Indonesia. Sebagai contoh, harga *beras premium* mencatat kenaikan tipis sebesar 0,97 persen, atau setara dengan Rp150, sehingga harga terbaru menjadi Rp15.690 per kilogram. Selain itu, harga *beras medium* juga meningkat secara perlahan, mencapai kenaikan 1,25 persen atau Rp170, sehingga kini dijual dengan harga Rp13.760 per kilogram. Kenaikan harga juga terlihat pada *beras SPHP* yang dikelola oleh Bulog, dengan peningkatan sebesar 0,16 persen atau Rp20, menjadikannya Rp12.600 per kilogram. Harga komoditas bawang merah mengalami kenaikan tipis sebesar 1,99 persen atau Rp510, menjadi Rp26.090 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada bawang putih bonggol yang mencatat kenaikan 2,71 persen atau Rp1.080, sehingga dijual dengan harga Rp41.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah keriting tercatat turun hingga 3,74 persen atau Rp1.660, menjadi Rp42.670 per kilogram. Cabai rawit merah juga mengalami penurunan serupa dengan angka 3,81 persen, seiring dengan turunnya harga menjadi Rp56.790 per kilogram. Dalam aspek harga daging, daging sapi murni tetap stabil di angka Rp135.140 per kilogram. Namun, daging ayam ras mengalami lonjakan harga hingga 7,10 persen atau Rp2.490, menjadi Rp37.580 per kilogram. Telur ayam ras juga mencatat kenaikan sebesar 1,47 persen, atau setara dengan Rp420, sehingga harganya kini berada di Rp29.020 per kilogram. Beberapa komoditas lain yang juga mengalami perubahan harga termasuk kedelai biji kering (impor) yang naik 0,17 persen atau Rp20, menjadi Rp11.910 per kilogram. Gula konsumsi juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,50 persen atau Rp90, sehingga harganya menjadi Rp18.010 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan sederhana sedikit menurun, dengan penurunan sebesar 0,11 persen atau Rp20 menjadi Rp18.030 per kilogram. Minyak goreng curah juga mengalami penurunan hingga 2,92 persen, atau Rp470, sehingga sekarang dijual dengan harga Rp15.620 per kilogram. Dalam kategori tepung terigu, terjadi penurunan harga pada tepung terigu curah sebesar 0,88 persen atau Rp90, menjadi Rp10.140 per kilogram. Sementara itu, tepung terigu non curah turun 1,43 persen atau Rp190, mencapai Rp13.450 per kilogram. Selanjutnya, harga jagung di kalangan peternak naik sebesar 1,88 persen atau Rp110, sehingga kini dijual dengan harga Rp5.950 per kilogram. Harga garam halus beryodium juga mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen atau Rp80 menjadi Rp11.520 per kilogram. Terakhir, harga ikan kembung mengalami penurunan tipis sebesar 1,85 persen atau Rp690, sehingga sekarang dijual dengan harga Rp36.640 per kilogram. Di sisi lain, harga ikan tongkol mengalami kenaikan signifikan sampai 6,46 persen atau Rp2.050, menjadi Rp33.800 per kilogram, begitu pula ikan bandeng yang naik 2,59 persen atau Rp860, sehingga kini harganya menjadi Rp34.100 per kilogram. ANTARA