BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotim saat ini sedang mengecek semua kelengkapan Puskesmas, terutama yang berada di jalur mudik. Pengecekan ini diantaranya terkait kelengkapan ambulans, obat-obatan sampai tenaga medis yang siap siaga untuk melakukan pelayanan kesehatan.
“Kami akan menyiagakan puskesmas-puskesmas yang berada di jalur mudik lebaran. Kegiatan pelayanan kesehatan akan dimulai pada H-7 hingga H+7 lebaran,” kata Kepala Dinkes Kotim Faisal Novendra Cahyanto, Senin (27/6/2016).
Menurutnya, sejumlah puskesmas yang berada di jalur mudik itu akan disiapkan tenaga kesehatan dan logistik obat-obatan serta peralatan kesehatan dan ambulans 24 jam.
“Puskesmas yang ada di jalur mudik harus siaga agar mampu menangani kegawatdaruratan, KLB dan masalah kesehatan yang lainnya selama puncak arus mudik dan balik lebaran. ,” jelas dia.
Selain menyiagakan puskesmas di jalur mudik, Dinkes juga akan menyediakan pos kesehatan terutama di daerah-daerah rawan kecelakaan lalu lintas dan di Pelabuhan.
“Di pos ini nanti akan kita siapkan tenaga kesehatan, emergency kit dan obat-obatan, juga di pos itu tenaga kesehatan bergabung dengan kepolisian,” ujar dia.
Tak hanya itu, rumah sakit juga disiapkan untuk melayani kesehatan gawat darurat selama 24 jam selama lebaran. “RSUD dr Murjani Smapit dipilih sebagai pusat layanan dan rujukan kasus penyakit dan kegawat daruratan selama 24 jam,” jelasnya.
Berkaitan dengan kesiapsiagaan rumah sakit itu, Dinkes Kotim akan melayangkan surat kepada Direktur RSUD dr Murjani agar siap menerima rujukan pasien kegawatdaruratan karena kecelakaan atau faktor lainnya.
“Instalasi Gawat Darurat harus siap menerima rujukan. Silahkan timnya diatur, sehingga ketika ada kasus yang perlu ditangani segera siap dilayani,” kata Faisal. (RIFQI/m)








