PALU –
**Borneonews - Palu**, Pemerintah Kota Palu mengumumkan bahwa ibu kota Sulawesi Tengah ini akan menerima kuota sebanyak 70 orang untuk bekerja di Jepang melalui Program Pekerja Berketerampilan Spesifikasi (PBS) atau *Specified Skilled Workers* (SSW) pada tahap ketiga yang dijadwalkan untuk tahun 2024. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto, menjelaskan bahwa program ini sudah berlangsung sejak tahun 2021, meskipun proses kontrak kerja dengan perusahaan pemberi kerja baru dimulai pada tahun 2022. Ia menekankan bahwa Program PBS merupakan upaya nyata dari Pemkot Palu untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warganya. Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin berpartisipasi dalam program ini diharuskan memiliki keterampilan serta keahlian yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju. Hal ini mencakup pemahaman tentang aspek teknik pekerjaan, bahasa, serta budaya kerja di negara yang menjadi tujuan mereka. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, sejak tahun 2022 hingga April 2024, terdapat sekitar 176 orang PMI yang sudah berangkat dan bekerja di Jepang melalui Program PBS maupun magang. Saat ini, terdapat sekitar 30 orang calon PMI yang masih dalam proses pelatihan teknis menunggu rencana pemberangkatan ke negara tujuan. Setyo juga mengungkapkan bahwa Program PBS adalah hasil kerja sama antara Pemkot Palu dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan. Perekrutan untuk gelombang ketiga tahun ini akan dilaksanakan selama 13 hari, dengan periode pendaftaran yang dibuka dari 19 hingga 31 Agustus 2024. Untuk memenuhi syarat sebagai calon PMI, penguasaan bahasa dan budaya Jepang menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, akan ada seleksi kompetensi yang disesuaikan dengan masing-masing bidang pekerjaan, yang mencakup sekitar 14 *item* pekerjaan dan 143 *sub-item* pilihan kerja. Setyo menambahkan bahwa biaya pembiayaan bagi peserta Program PBS terbagi dalam dua skema. Pelatihan selama tiga bulan akan dibiayai oleh Pemkot Palu dengan anggaran sebesar Rp7 juta per orang. Sementara itu, biaya untuk pemberangkatan dan kebutuhan hidup selanjutnya akan ditanggung secara mandiri oleh para pekerja. Dia menekankan bahwa program ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat upah yang diterima oleh para pekerja di luar negeri jauh lebih tinggi dibandingkan dengan upah yang mereka peroleh di dalam negeri. ANTARA