DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pemerintah Kota Denpasar, Bali, sedang melaksanakan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah penularan virus *Mpox*. Salah satu strategi yang dipilih adalah meningkatkan intensitas skrining dan respons dari tim surveilans epidemiologi di puskesmas serta rumah sakit terhadap kasus-kasus yang menunjukkan gejala mencurigakan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, menyatakan bahwa meskipun hingga saat ini tidak ada laporan kasus Mpox di Denpasar, penting untuk melakukan deteksi secara rutin. Virus ini memiliki kemiripan dengan cacar, tetapi bersumber dari primata. Melalui skrining yang lebih mendalam di puskesmas, jika ditemukan masyarakat yang mengalami gejala yang diduga mirip dengan Mpox, langkah cepat akan diambil untuk pengambilan sampel. Sampel tersebut kemudian akan dikirim untuk dianalisis di laboratorium, guna memastikan apakah individu tersebut terinfeksi Mpox atau tidak. Gejala awal yang umumnya muncul adalah menyerupai cacar, dimulai dengan demam diikuti oleh kemunculan bentol-bentol berair. Bentol-bentol tersebut kemudian pecah dan berubah menjadi keropeng di seluruh tubuh. Meskipun terlihat seperti cacar lainnya, penting untuk melakukan verifikasi melalui tes laboratorium. Dharmayuda menambahkan bahwa apabila gejala yang mengarah pada Mpox terdeteksi, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit dengan kapasitas yang lebih baik. Penanganan yang tepat sangat penting, hingga semua keropeng hilang, karena penularan virus ini cukup tinggi dan memerlukan isolasi dari pasien. Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya dan melakukan upaya pencegahan dengan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan-kegiatan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat kondisi kesehatan kurang optimal, serta mengonsumsi makanan bergizi harus diutamakan. Rutin beraktivitas fisik dan memastikan cukup istirahat juga sangat dianjurkan. Di sisi lain, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengungkapkan bahwa langkah-langkah koordinasi akan segera dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini penting, mengingat Mpox telah menjadi perhatian global bukan hanya di Indonesia. "Kesiapsiagaan tentunya harus diperkuat, terutama saat kondisi ekonomi sudah mulai pulih dan masyarakat kembali beraktivitas. Kita harus waspada agar tidak terjadi peningkatan kasus kesehatan, terutama terkait dengan Mpox," jelasnya. ANTARA