BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat,** Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengeluarkan status siaga 2 terkait potensi kebakaran dalam menghadapi musim kemarau. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat selama periode kering. Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa dengan diterapkannya status siaga ini, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah petugas pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan peralatan penunjang. "Petugas pemadam kebakaran selalu siap untuk membantu dalam penanganan apabila terjadi kebakaran lahan atau hutan," jelasnya. Data yang tercatat dari Januari hingga akhir Juli 2024 menunjukkan adanya 16 kasus kebakaran hutan dan lahan yang meliputi area seluas sekitar 15 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Sungailiat, Belinyu, Riau Silip, serta wilayah kecamatan lainnya. Selain itu, terdapat pula sembilan insiden kebakaran rumah atau gedung yang dilaporkan. Ahmad Fauzi menilai bahwa penyebab terjadinya kebakaran lahan dan hutan umumnya disebabkan oleh kelalaian manusia. Ada juga indikasi bahwa beberapa kebakaran diduga dilakukan secara sengaja dengan alasan tertentu. Sebagai langkah pencegahan, pihak Damkar tidak hanya mengandalkan status siaga, tetapi juga menurunkan petugas ke lapangan untuk melakukan patroli dan mencegah terjadinya kebakaran lebih lanjut. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan, serta tidak membakar semak belukar selama musim kemarau, karena hal tersebut dapat memperlebar jangkauan api," ujarnya. Dalam upaya untuk meningkatkan kesigapan, pihaknya juga telah membentuk relawan kebakaran di setiap desa. Relawan ini, yang terdiri dari anggota masyarakat setempat, akan bekerja sama dengan perangkat desa untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran, sebelum tim Damkar tiba di lokasi kejadian. Ini adalah langkah penting dalam respons cepat terhadap potensi kebakaran yang mungkin terjadi. ANTARA