BANDUNG –
**Borneonews - Cirebon** Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, yang terletak di Jawa Barat, memproyeksikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional yang akan dibangun di daerah ini mampu menampung hingga 80 ribu ton sampah. Pengembangan ini bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan industri di Kawasan Rebana Metropolitan. Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, menyatakan bahwa proyek pembangunan TPA Regional ini merupakan langkah penting dalam pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan. Proyek ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Cirebon. Ia menguraikan lebih lanjut bahwa TPA Regional ini akan menerapkan konsep *waste to energy*. Dengan pendekatan ini, sampah yang dihasilkan tidak hanya akan ditampung, tetapi juga akan diolah untuk menjadi energi alternatif. Hal ini diharapkan dapat mencegah penumpukan sampah di lokasi tersebut, serta mengubah limbah menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan. Iwan Ridwan juga menambahkan bahwa meskipun luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan TPA mengalami penyesuaian dari semula 50 hektare menjadi 35 hektare, pihaknya tetap optimis bahwa proyek ini akan memberikan manfaat besar, terutama bagi warga sekitar. Saat ini, pembangunan TPA Regional sudah memasuki tahap pra-masterplan. Di sisi lain, Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan salah satu investor asing. Investor tersebut menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah di TPA Regional tersebut. Wahyu Mijaya menjelaskan bahwa investor tersebut menawarkan investasi dengan teknologi *insinerasi* yang tidak memerlukan *tipping fee*. Ketertarikan dari pihak investor ini ditopang oleh potensi keuntungan yang diharapkan dapat diperoleh, baik dari aspek finansial maupun manfaat lingkungan dari lokasi TPA yang berdesa di Walahar, Cirebon. Dia menambahkan bahwa proses lelang untuk investasi ini dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani anggaran pemerintah daerah. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat untuk memastikan bahwa investasi ini dapat direalisasikan dengan baik. "Kami sangat membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang efisien, terutama di kawasan aglomerasi Cirebon Raya," ujar Wahyu Mijaya. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat untuk permasalahan sampah di wilayah tersebut. ANTARA