**Borneonews - Tangerang**, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Soekarno-Hatta bersama dengan tim penegak hukum lokal berhasil menggagalkan tiga upaya penyelundupan narkotika yang berasal dari jaringan internasional. Pengungkapan ini berlangsung dalam beberapa tahap dan menghasilkan penangkapan serta penyitaan sejumlah barang bukti yang signifikan.
Kepala Bea Cukai Soetta, Gatot Sugeng Wibowo, menjelaskan dalam konferensi pers yang digelar di Tangerang bahwa dalam operasi ini, pihak mereka berhasil mengamankan tiga orang tersangka. Identitas salah satu tersangka adalah MNH (39), seorang warga negara Indonesia, sementara yang lainnya adalah KW (26) dari Thailand dan HAD (26) dari Malaysia.
Dalam penindakan pertama yang dilakukan pada 23 Juli 2024, petugas menemukan sebuah paket kiriman yang berasal dari Johannesburg, Afrika Selatan. Paket tersebut ditujukan kepada penerima yang berinisial MJ di Kabupaten Bekasi. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas mencurigai pengirim dengan inisial YK dari Afrika Selatan. Dalam paket tersebut terdapat kotak yang dikemas sebagai bingkisan kado, di dalamnya ditemukan kristal bening seberat 103,39 gram yang kemudian diuji di laboratorium dan terkonfirmasi sebagai *Methamphetamine*, narkotika golongan I.
Melalui pengembangan kasus, MNH yang menerima paket tersebut berhasil ditangkap. Dia mengaku akan bertemu dengan MJ setelah menerima kiriman, namun MJ kini dalam status pencarian karena tidak dapat dihubungi. Barang bukti dan tersangka telah diamankan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk proses pengembangan lebih lanjut.
Pada penindakan kedua, petugas mengamankan KW (26) yang tiba di Terminal 2F pada 1 Agustus 2024 pukul 21.55 WIB dengan rute penerbangan DMK ke CGK. Saat diperiksa, KW membawa sebuah tas tangan putih berisi kado dan koper. Di dalam koper tersebut, petugas menemukan sebelas kemasan suplemen kolagen merek *Collagen Tripeptide*, sembilan kemasan permen dari beberapa merek, serta 110 kemasan rokok elektrik. Uji laboratorium menunjukkan bahwa sepuluh kemasan suplemen positif mengandung *MDMA*, *Methamphetamine*, dan *Nimetazepam*, dengan total berat 183,9 gram. Selain itu, beberapa kemasan permen juga terkonfirmasi positif kandungan *Cocaine*.
Gatot juga menyebutkan bahwa tes urine terhadap KW menunjukkan hasil positif untuk *Methamphetamine* dan *Amphetamine*. Dia mengklaim bahwa barang tersebut merupakan titipan dari temannya dan seharusnya diambil di salah satu hotel di Jakarta Barat. Meski dilakukan pengembangan, tidak ada penjemput yang datang.
Penindakan ketiga terjadi pada 16 Agustus 2024 terhadap HAD (26), seorang penumpang asal Malaysia yang tiba dari penerbangan KUL-CGK. Petugas curiga dengan gerak-gerik penumpang yang membawa koper merah muda dan tas selempang hitam. Dalam pemeriksaan, ditemukan dua bungkusan plastik berisi 1.623 butir pil yang disembunyikan di celana jeans dalam koper. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa barang tersebut positif *MDMA*.
Dari keterangan yang diperoleh, HAD mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang merupakan warga negara Malaysia berinisial S untuk diantarkan ke sebuah hotel di Jakarta Pusat, dan dia diberi uang sebesar RM 1.300 atau sekitar Rp 4,6 juta untuk biaya akomodasi.
Secara keseluruhan, tindakan tegas dari Bea Cukai Soetta dan tim penegak hukum diharapkan dapat mengurangi biaya rehabilitasi kesehatan masyarakat yang ditaksir mencapai Rp 5,9 miliar, serta dilaporkan dapat menyelamatkan sekitar 3.700 generasi muda dari dampak penyalahgunaan narkotika. Para tersangka dapat dikenakan ancaman hukuman sesuai dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang dapat berakibat pada hukuman mati atau penjara seumur hidup.
ANTARA
Bea Cukai Soetta Gagalkan Tiga Upaya Penyelundupan Narkotika
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







