PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Musibah kebakaran terjadi di Jalan Tanjungraya I, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis dini hari, mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa dan satu orang mengalami luka bakar. Hingga saat ini, penyebab dari peristiwa tragis tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat. Kebakaran melanda lokasi yang berdekatan dengan Istana Kadriyah, tepatnya di Kecamatan Pontianak Timur. Seorang saksi mata yang juga tetangga korban, Safardiana, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 02.20 WIB. Ia menjelaskan saat itu api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat melahap rumah tersebut. "Saya, ayah, dan paman merasa panik melihat api semakin membesar. Meskipun sebagian plafon rumah juga terbakar, kami beruntung api tidak menyebar lebih jauh," ujar Safardiana saat ditemui di lokasi kejadian. Sementara itu, Syarif Joni Herman, saudara kandung salah satu korban, menjelaskan bahwa keluarganya berusaha menyelamatkan diri setelah melihat asap dan api yang menyebar. Ia yang berada di lantai dua langsung turun untuk mengevakuasi anak dan anggota keluarga lainnya. "Keluarga kami berjumlah 15 orang yang tinggal dalam satu rumah. Di antara mereka terdapat empat kepala keluarga. Dua anak yang menjadi korban sedang berada di pondok saat kebakaran terjadi," tambahnya. Ia menyebutkan bahwa rumah tersebut dibagi menjadi beberapa sekat, dengan beberapa keluarga tinggal di dalamnya. Syarif juga menyatakan bahwa rasa panik menyelimuti semua orang saat api dengan cepat membesar. Sekitar pukul 05.00 WIB, mereka baru menyadari bahwa kebakaran tersebut merenggut nyawa anggota keluarga, termasuk adik kandung dan keponakannya. "Semua ini sudah menjadi takdir. Kami hanya bisa bersabar dalam menghadapi musibah ini. Tak ada yang bisa menduga bahwa hal seperti ini bisa terjadi. Hingga kini, kami belum mengetahui faktor pasti terjadinya kebakaran," ungkapnya. Kebakaran ini menyebabkan kehilangan lima jiwa, yakni Ismail (70), Syarif Maulana (50), Syarifah Ani (40), Syarifah Zahara (13), dan Syarifah Hanifa (8). Sementara itu, korban luka bakar adalah Syarif Alex Almutahar, seorang Aparatur Sipil Negara di Kantor Camat Pontianak Timur, yang kini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menyampaikan rasa duka cita dengan mengunjungi lokasi kebakaran. "Kami sangat berduka dan mengucapkan belasungkawa mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga almarhum serta almarhumah diterima di sisi Yang Maha Kuasa," ujarnya. ANTARA