PALU –
**Borneonews - Parigi Moutong**, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah mengungkapkan pentingnya transformasi sumber daya manusia di sektor kesehatan untuk mencapai pemerataan distribusi tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan yang dikelola oleh pemerintah. Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, menekankan bahwa tenaga kesehatan yang memadai harus tersedia di setiap fasilitas kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, petugas gizi, dan teknisi kesehatan lainnya. Richard menjelaskan bahwa pemerataan distribusi tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan di setiap fasilitas, baik puskesmas maupun rumah sakit. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat mendapatkan layanan yang baik dengan ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa transformasi sumber daya manusia kesehatan tidak hanya terkait dengan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas serta distribusi tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan. Dengan demikian, setiap unit layanan kesehatan dapat memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dan handal. Di Parigi Moutong, terdapat 24 puskesmas dan beberapa fasilitas kesehatan milik pemerintah, namun hingga saat ini masih terdapat kekurangan pada jumlah tenaga kesehatan. Beberapa posisi yang masih kosong antara lain dokter umum, dokter spesialis gigi, perawat, bidan, ahli gizi, serta teknisi kesehatan lingkungan dan ahli teknologi laboratorium medik (ATLM). Situasi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan tersebut. Richard juga menginformasikan bahwa Parigi Moutong memiliki tiga rumah sakit milik pemerintah yang berlokasi di Parigi, Tinombo, dan Moutong. Keberadaan rumah sakit tersebut bertujuan untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, sekitar 5,94 persen puskesmas di provinsi tersebut masih belum memiliki dokter umum. Sementara itu, jumlah rumah sakit milik pemerintah daerah yang dilengkapi dengan tujuh jenis layanan dokter spesialis dasar hanyalah sekitar delapan dari total 26 rumah sakit. Ia menegaskan komitmen Parigi Moutong untuk terus berupaya menyediakan tujuh jenis layanan dokter spesialis dasar, mengingat sektor kesehatan adalah layanan fundamental yang harus diberikan kepada masyarakat. ANTARA