PALU –
**Borneonews - Poso**, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk melahirkan peningkatan kapasitas dan daya saing bagi koperasi serta pelaku usaha. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kabupaten Poso. Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kabupaten Poso, Hasan Basri, menginformasikan bahwa pemerintah provinsi telah menyelenggarakan dua kegiatan pelatihan secara bersamaan di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut meliputi pelatihan terkait koperasi dan juga pelatihan keterampilan teknis dalam pengolahan makanan. Sebanyak 80 peserta terlibat dalam kegiatan ini, dengan rincian 40 peserta berasal dari pengurus koperasi di Kabupaten Poso dan sisanya 40 orang merupakan calon wirausaha pemula yang termasuk dalam program Pensasaran Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrim (P3KE). Melalui pelatihan ini, Dinkop UKM Sulteng berupaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan daya saing produk lokal baik di tingkat nasional maupun internasional. Hasan menekankan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi pengurus koperasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha koperasi mereka. "Pelatihan keterampilan olahan makanan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan masyarakat dalam menjalankan usaha ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan," tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memperbaiki kondisi perekonomian dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Hasan juga mencatat bahwa pelatihan khusus dalam bidang olahan umbi-umbian sangat relevan, mengingat prospek yang cerah dari sektor ini. Ia menjelaskan bahwa peluang bisnis dalam pengolahan umbi-umbian dapat memberikan keuntungan yang besar, sehingga berdampak positif terhadap ekonomi di daerah tersebut. Lebih lanjut, Hasan menyatakan bahwa melalui pelatihan perkoperasian ini, diharapkan para pengurus koperasi tidak hanya akan mampu mengelola organisasi mereka dengan baik, tetapi juga dapat mengembangkan usaha yang sudah ada. "Kami berharap pelatihan ini akan menjadi motivasi bagi pengurus koperasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk olahan makanan mereka," ungkapnya. ANTARA