SURABAYA –
**Borneonews - Jember**, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember melakukan unjuk rasa untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan 70/PUU-XXII/2024. Kegiatan ini berlangsung di bundaran DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada hari Kamis. Ketua GMNI Jember, Yudha Dwi Prasetiyo, dalam orasinya menyatakan bahwa kehadiran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang lahir dari semangat reformasi diharapkan mampu menjaga konstitusi. Ia menegaskan bahwa putusan MK sangat penting bagi upaya penguatan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, putusan tersebut memberikan harapan baru bagi bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang benar-benar demokratis. Yudha menyoroti bahwa kedua putusan terkait pilkada tersebut mencerminkan peran MK sebagai *the guardian of constitution*, yang memberikan keharusan bagi masyarakat untuk mengawal pelaksanaan putusan tersebut. Pasalnya, ia menyatakan, keputusan MK bersifat final dan mengikat. Namun, ia menekankan bahwa keputusan itu seakan-akan dipatahkan oleh DPR yang dianggap mencoba merusak fondasi demokrasi dan konstitusi dalam negara hukum di Indonesia. Dalam aksi ini, GMNI Jember mengeluarkan enam poin tuntutan sebagai respons terhadap krisis demokrasi yang terjadi. Di antara tuntutan tersebut termasuk penolakan terhadap segala tindakan yang mencederai konstitusi dan demokrasi, serta kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. GMNI Jember juga mengajak mahasiswa dan masyarakat di Jember untuk turut serta mengawal konstitusi dan demokrasi di Indonesia. Selama unjuk rasa berlangsung, terlihat sejumlah peserta bergantian melakukan orasi dan membagikan tuntutan GMNI kepada pengguna jalan yang melintas di area DPRD Jember. Beberapa anggota DPRD Jember yang baru dilantik pada hari Selasa (21/8) juga terlihat hadir untuk menemui para aktivis GMNI, mendengarkan aspirasi mereka, dan berkomitmen untuk mengawal putusan MK tersebut. Aksi unjuk rasa ini berlangsung aman dan tertib, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian yang sudah siap siaga sejak pagi hari. Para mahasiswa mulai membubarkan diri setelah mendapatkan respons positif dari perwakilan DPRD Jember terkait aspirasi mereka. ANTARA