BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Realisasi pendapatan negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Lampung pada triwulan II tahun 2024 tercatat mencapai Rp5,79 triliun. Angka ini menunjukkan peran penting APBN dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di daerah tersebut. Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Lampung, Estty Purwadiani Hidayatie, menjelaskan bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan global, perekonomian Lampung berhasil menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadikan angka tersebut lebih baik dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,0 persen. Estty menambahkan bahwa kinerja APBN yang baik turut memengaruhi stabilitas perekonomian Lampung. Pendapatan negara yang direalisasikan pada triwulan II tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,29 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp5,79 triliun, yang setara dengan 51,71 persen dari target yang telah ditetapkan. Lebih lanjut, ia menyebutkan peningkatan yang signifikan dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang tumbuh 4,06 persen dibandingkan tahun lalu, banyak berasal dari pelayanan badan layanan umum (BLU). Selain itu, beberapa komponen pendapatan negara lainnya juga mencatatkan pertumbuhan positif, di antaranya adalah pajak penghasilan (PPh) yang meningkat sebesar 8 persen, bea masuk yang naik 41,13 persen, serta cukai yang melonjak hingga 1.429,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pajak lainnya mengalami kenaikan sebesar 34,85 persen. Namun, ada beberapa komponen yang mengalami penurunan. Bea keluar, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak bumi dan bangunan (PBB) mengalami kontraksi. Hal ini diakibatkan oleh ketidakpastian dan risiko yang ditimbulkan oleh kondisi global saat ini. Estty mengungkapkan bahwa meskipun ketidakpastian masih menjadi ancaman terhadap iklim politik dan ekonomi di tingkat global, yang seringkali disebabkan oleh konflik geopolitik, krisis energi, dan dinamika pasar keuangan, pertumbuhan pendapatan negara melalui anggaran pendapatan dan belanja negara akan tetap terjaga. Ia menekankan, meskipun kondisi global saat ini dapat berdampak pada penurunan permintaan dan ketersediaan komoditas unggulan serta industri pengolahan di Provinsi Lampung, pihaknya akan terus berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan negara agar tetap berkelanjutan. Sebagai informasi tambahan, pada triwulan I tahun 2024, pendapatan negara yang tersalur melalui anggaran pendapatan dan belanja negara di Provinsi Lampung tercatat sebesar Rp3,8 miliar. ANTARA