KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kecamatan Bataguh telah menerima kunjungan tim patroli dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas. 

Kunjungan ini diterima langsung oleh Camat Bataguh, Syuryadin dalam rangka koordinasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Tim patroli yang terdiri dari enam orang, dipimpin oleh Hendry selaku Komandan Pleton (Danton), bertujuan untuk melakukan koordinasi sebelum turun langsung ke lapangan. 

Mereka akan mengidentifikasi titik-titik api potensial di desa-desa yang menjadi wilayah kerja mereka sesuai perintah dari Kepala BPBD Kapuas. 

Langkah ini diambil agar pencegahan dapat dilakukan lebih dini, sebelum titik-titik api tersebut berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dalam pertemuan tersebut, tim patroli BPBD Kapuas meminta informasi terkait desa-desa di wilayah Bataguh yang dapat diakses dengan kendaraan darat.

Camat Bataguh, Syuryadin menjelaskan bahwa ada delapan desa di wilayahnya yang dapat diakses oleh kendaraan roda empat dengan tonase maksimal 8 ton, sesuai dengan JBB kendaraan tersebut. 

Lebar jalan menuju desa-desa ini masih 4 meter, dan jalan yang bisa dilalui mulai dari Pulau Mambulau hingga ke ujung Jangkit Simpang Empat. 

--page

"Namun, sebagian besar jalur menuju Tamban Luar masih berupa semak belukar dan belum dapat dilalui," katanya, Kamis, 22 Agustus 2024.

Selain itu, tujuh desa lainnya di Kecamatan Bataguh hingga saat ini masih hanya dapat diakses melalui jalur air. 

Desa-desa ini belum memiliki akses jalan darat yang menghubungkan ke kabupaten atau kecamatan, sehingga penanganan darurat kebakaran di wilayah ini masih menjadi tantangan. (DODI/R)