DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan, mengungkapkan bahwa semua penumpang yang tiba di bandara akan mendapatkan perlakuan yang setara dalam hal pemeriksaan suhu tubuh untuk mencegah penyebaran penyakit *Mpox*. Menurutnya, tidak ada diskriminasi terhadap warga negara tertentu, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar telah mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan peningkatan langkah-langkah pencegahan. Hal ini berkenaan dengan meningkatnya kasus *monkeypox* di 16 negara di sekitar Republik Demokratik Kongo serta di kawasan Afrika lainnya. Sebagai respons atas situasi ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai bekerja sama dengan BBKK Denpasar dan telah menempatkan tiga unit *thermal scanner* di area kedatangan internasional. Alat ini berfungsi untuk memantau kesehatan seluruh penumpang yang datang ke Bali tanpa kecuali. Handy menjelaskan, "Penempatan tiga unit pemindai suhu tubuh ini bertujuan untuk memonitor seluruh penumpang internasional yang tiba di bandara." Pihak bandara tidak hanya fokus pada penumpang yang datang dari negara-negara dengan kasus *Mpox*, tetapi juga siap untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua penumpang yang menunjukkan gejala terkait. Jika terdapat penumpang yang dicurigai terinfeksi *monkeypox*, mereka akan diserahkan kepada pihak BBKK Denpasar untuk penanganan lebih lanjut. Penumpang dengan indikasi gejala akan diisolasi terlebih dahulu di ruang klinik BBKK di Terminal Internasional sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit rujukan. Hingga saat ini, tidak ada temuan indikasi *Mpox* di bandara yang setiap harinya mencatatkan kedatangan sekitar 14.487 penumpang internasional. Menurut Handy, bulan Agustus biasanya merupakan periode low season bagi pelayanan penumpang, namun diprediksi akan meningkat memasuki high season, yaitu menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, yang akan datang di akhir tahun. ANTARA