**Borneonews - Denpasar**, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah mengidentifikasi adanya kekurangan dalam jumlah dokter spesialis dasar di beberapa kabupaten di wilayah tersebut. Tiga kabupaten yang paling membutuhkan tambahan tenaga medis ini adalah Jembrana, Karangasem, dan Buleleng jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.
Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Nyoman Gede Anom, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah dokter spesialis di Bali secara keseluruhan cukup memang, distribusinya tidak merata. "Di Jembrana, Karangasem, dan Buleleng, kami masih perlu meningkatkan jumlah dokter spesialis," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat jenis spesialis dasar yang sangat penting untuk tersedia di setiap daerah. Keempat spesialis tersebut meliputi spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), spesialis anak, serta spesialis bedah. Berdasarkan standar yang ada, idealnya setiap daerah memiliki setidaknya satu dokter spesialis untuk setiap 1.000 penduduk. Namun, di Kabupaten Jembrana, ditemukan kekurangan untuk spesialis penyakit dalam dan spesialis obgyn.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem juga menghadapi masalah serupa, dengan kekurangan pada spesialis penyakit dalam, obgyn, spesialis anak, dan spesialis bedah. Di Buleleng, kebutuhan serupa tercatat untuk spesialis penyakit dalam dan spesialis anak.
Tidak hanya spesialis dasar, Anom juga menekankan pentingnya keberadaan spesialis penunjang, seperti spesialis radiologi, anestesi, dan patologi klinik, yang juga masih kurang di ketiga kabupaten tersebut.
Dalam menanggapi situasi ini, pemerintah provinsi Bali berupaya untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Saat ini, jumlah total dokter spesialis di Bali mencapai 1.542 orang, dengan masalah utama pada distribusi yang tidak merata.
Selain masih adanya kebutuhan yang belum terpenuhi, terdapat juga beberapa jenis spesialis yang tidak memiliki tenaga medis sama sekali, seperti spesialis kedaruratan medis, spesialis akupuntur, dan anestesi konsultan neuro.
Dinkes Bali melakukan pengembangan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan dengan memberikan akses pendidikan, salah satunya melalui program dari Kementerian Kesehatan yang menyediakan bantuan untuk pendidikan dokter spesialis dan subspesialis.
Anom menjelaskan bahwa while pemerintah provinsi tidak memberikan beasiswa secara langsung, mereka mendorong para calon dokter untuk memanfaatkan program beasiswa yang ditawarkan oleh Kementerian Kesehatan. Melalui mekanisme ini, beberapa pengajuan beasiswa telah dilakukan, termasuk dari Klungkung, yang berasal dari kawasan Nusa Penida. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 1.000 beasiswa untuk mendukung peningkatan jumlah dokter spesialis di Indonesia.
ANTARA
Kekurangan Dokter Spesialis Dasar di Tiga Kabupaten Bali
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







