PALU –
**Borneonews - Palu**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, dalam rangka memeringati Hari Indonesia Menabung pada tahun 2024. Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sulteng, Yuniarto Pasman, mengungkapkan bahwa menabung merupakan langkah awal yang krusial dalam mengelola keuangan secara efisien. Dalam peringatan tersebut yang berlangsung di Palu, ia menjelaskan pentingnya membudayakan kebiasaan menabung sejak dini kepada generasi muda. Hal ini diyakini dapat memberikan perlengkapan yang berharga bagi masa depan mereka, terutama dalam menggapai stabilitas dan keberlanjutan finansial. Dalam kesempatan yang sama, Yuniarto menyatakan bahwa Pemprov Sulteng dan OJK telah meluncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sejak pertengahan tahun 2021. Program ini merupakan respon terhadap program Aksi Indonesia Menabung yang diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Indonesia Menabung pada tahun 2019. Ia menjelaskan bahwa melalui program KEJAR, para pelajar di Sulawesi Tengah didorong untuk memiliki rekening tabungan pribadi dan menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk ditabung. Hingga saat ini, perkembangan rekening simpanan yang terdaftar di program tersebut telah mencapai angka 639.636 rekening, dengan total saldo terkumpul melebihi Rp130 miliar. Kepala OJK Sulteng, Triyono Raharjo, menyebutkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar masih terbilang rendah. Berdasarkan data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, diketahui bahwa pada tahun 2023, tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan untuk kelompok pelajar berusia 15-17 tahun masing-masing hanya mencapai 51,70 persen dan 57,96 persen. Triyono menegaskan bahwa edukasi finansial sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang berbagai produk dan layanan keuangan. Dalam rangka tersebut, ia meneguhkan komitmen OJK untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna mendorong perluasan akses dan inklusi keuangan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 pelajar dari tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di se-Kota Palu. ANTARA