JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kebingungannya mengenai permintaan dukungan terhadap Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2024. Hal ini diutarakan Megawati setelah menyaksikan pembacaan nama-nama calon kepala daerah yang diusung oleh partainya dalam gelombang kedua di Kantor DPP PDI Perjuangan. Dalam pernyataannya, Megawati mengisahkan bagaimana banyak pihak mulai bertanya-tanya tentang siapa yang akan didukung oleh PDI Perjuangan dalam hajatan politik mendatang. Ia mengaku terkejut ketika melihat sekelompok orang yang mengenakan pakaian merah-hitam dan memasang spanduk yang menyerukan dukungan kepada Anies. “Begitu saya melihat di depan, saya terkejut. Mereka mengenakan baju merah-hitam dan mengusung spanduk yang menyerukan dukungan kepada Pak Anies. Tentu saja saya melihat itu," tegas Megawati. Menyusul kejadian tersebut, Megawati memutuskan untuk menanyakan kepada Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, mengenai kelompok yang berusaha meminta dukungannya untuk Anies. “Saya bertanya kepada Komar, itu satuan tugas (satgas) apa? Kenapa namanya satgas hitam?” tanyanya. Komarudin pun menjelaskan bahwa satgas tersebut berkeinginan agar Megawati memberikan dukungan kepada Anies dalam Pilkada Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Megawati mengekspresikan keheranannya, “Saya bilang, enak saja ya, ngapain saya harus mendukung Pak Anies?” Ketua Umum PDI Perjuangan itu kemudian menekankan pentingnya kepatuhan terhadap partai bagi siapa pun yang ingin bergabung, termasuk Anies. Ia menanyakan apakah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bersedia menjadi anggota PDI Perjuangan. “Benarkah ia akan bergabung dengan PDI Perjuangan? Jika ingin, maka seharusnya tidak seperti itu. Mau tidak patuh?” tanyanya, yang langsung direspons dengan tepuk tangan oleh kader-kader yang hadir dalam acara tersebut. Megawati juga mengekspresikan kebingungannya mengenai sikap beberapa orang yang mengharapkan dukungan secara instan. Dia mengingatkan pentingnya usaha untuk memperoleh dukungan di tengah kebutuhan partainya untuk mencapai keberhasilan dalam Pilkada Jakarta. “Anda ke mana kemarin sore? Janganlah berperilaku seperti itu,” sebutnya. Sebelumnya, pada Selasa (20/8), Komarudin Watubun menyatakan bahwa Anies Baswedan memiliki peluang untuk didukung dalam Pilkada Jakarta 2024 jika ia bersedia menjadi kader PDI Perjuangan. Kesempatan ini terbuka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas (*threshold*) pilkada, yang memungkinkan PDI Perjuangan untuk mengusung pasangan calon secara mandiri. “Yang kami harapkan memang harus menjadi kader partai,” ungkap Komarudin saat itu. Ia juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan memprioritaskan kader internal sebelum mempertimbangkan calon dari luar, mengingat partai ini memiliki sejumlah kader potensial, seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Beberapa calon lain yang juga dinilai potensial termasuk anggota DPR RI dari Dapil Jakarta, yaitu Eriko Sotarduga dan Masinton Pasaribu. "Kami masih memiliki kader-kader. Tinggal kami lihat siapa yang kira-kira akan ditugaskan oleh Ibu Ketua Umum untuk dipilih oleh rakyat DKI Jakarta," tandas Komarudin. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kewenangan untuk menentukan calon kepala daerah ada di tangan Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. “Hak prerogatif akan berbicara. Jadi, tidak perlu khawatir. PDI Perjuangan pasti akan mengajukan calon pada waktunya,” tegasnya. ANTARA