SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Warga Desa Terban, yang terletak di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diusulkan untuk mendapatkan kompensasi terkait kontribusi mereka dalam penemuan fosil purba di kawasan Situs Patiayam. Usulan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang turut ambil bagian dalam penemuan tersebut. Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus, Jamin, mengungkapkan rencana untuk berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran terkait pengusulan kompensasi ini. Ia menyampaikan, sejak bulan Desember tahun lalu hingga Agustus tahun ini, terdapat sepuluh orang yang telah menemukan fosil di area tersebut. Dengan adanya kompensasi, Jamin berharap warga akan lebih termotivasi untuk melaporkan atau menyerahkan hasil temuan fosil mereka kepada Museum Patiayam secara sukarela. Hal ini penting agar proses pelestarian fosil purba di kawasan Situs Patiayam dapat berlangsung dengan baik. Lebih lanjut, kompensasi yang diusulkan juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian fosil purba. Jamin berharap, jika nantinya ditemukan fosil manusia purba, maka kesediaan warga untuk melapor dan menyerahkan hasil temuan akan terjaga, sehingga upaya pelestarian dapat terus dilakukan. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus dan BPSMP Sangiran menghadapi tantangan dalam menemukan seluruh fosil purba yang ada, mengingat keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk mendorong kesadaran akan pentingnya penemuan fosil purba. Sebagai langkah untuk memberikan apresiasi, kompensasi bagi warga yang telah menemukan fosil sangatlah strategis. Museum Patiayam saat ini memiliki koleksi fosil manusia purba yang mencapai 10.509 fragmen, di mana sebagian besar merupakan hasil temuan masyarakat. Akan tetapi, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 200 fragmen yang dipamerkan di ruang pamer museum. Di antara fosil yang ditemukan di Situs Patiayam, terdapat berbagai jenis, termasuk *Stegodon Trigonochepalus* (gajah purba), *Elephas Sp* (gajah purba lainnya), serta jenis rusa seperti *Ceruss Zwaani* dan *Cervus Lydekkeri Martin*. Selain itu, fosil dari spesies lain seperti *Rhinoceros Sondaicus* (badak), *Brachygnatus Dubois* (babi), *Felis Sp* (macan), *Bos Bubalus Palaeokarabau* (kerbau purba), *Bos Banteng alaeosondaicus*, serta *Crocodilus sp* (buaya) juga ditemukan, termasuk alat batu seperti kapak genggam atau *chopper*. ANTARA