SEMARANG –
**Borneonews - Temanggung**, Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Nunung Nur Chayati mengingatkan para peternak ikan untuk lebih berhati-hati terhadap perbedaan suhu yang signifikan antara siang dan malam saat musim kemarau tiba. Menurut Nunung, fluktuasi suhu yang sangat mencolok antara siang dan malam dapat menyebabkan berbagai masalah bagi kesehatan ikan. Penurunan selera makan ikan, misalnya, bisa terjadi akibat perubahan suhu yang ekstrem. Hal ini biasanya lebih terasa pada kolam-kolam dengan kedalaman air yang tidak terlalu tinggi. Dia menjelaskan, semakin dalam kedalaman air kolam, semakin sedikit pengaruh dari fluktuasi suhu tersebut. Namun, kolam dengan kedalaman 70-80 sentimeter atau kurang lebih dari itu akan lebih terdampak. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian khusus kepada kolam-kolam yang dalam kondisi seperti ini, terutama saat pemijahan ikan lele. Untuk mitigasi terhadap perbedaan suhu tersebut, Nunung menyarankan agar kolam ikan, khususnya kolam pemijahan lele, diberi naungan jika memungkinkan. Hal ini diharapkan dapat membantu menstabilkan suhu di dalam kolam. Sementara itu, untuk kolam yang lebih besar, misalnya kolam ikan nila, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menambah debit air. Untuk ikan lele yang mengalami kondisi panas berlebih, disarankan untuk meningkatkan aliran air ke dalam kolam. Menurutnya, ikan lele tidak harus memiliki air yang terus mengalir, sehingga penambahan debit air ini menjadi salah satu strategi yang efektif. Nunung juga mencatat bahwa pada musim kemarau kali ini, sejauh ini belum ada masalah yang signifikan yang berkaitan dengan kondisi kolam. Tidak ada laporan mengenai kolam yang mengalami pengeringan akibat musim kemarau yang berlangsung. Sumber air untuk sektor perikanan di Temanggung beragam, tidak hanya tergantung pada saluran irigasi persawahan. Beberapa kolam juga mendapatkan pasokan air dari sumur dan mata air yang independen dari sistem irigasi. Dengan demikian, dari segi ketersediaan air, situasi saat musim kering ini masih dapat dikelola dengan baik. Ia menyebutkan bahwa beberapa kecamatan di Kabupaten Temanggung memiliki potensi yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan air tawar. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Parakan, Bulu, Temanggung, Ngadirejo, Candiroto, Tembarak, Selopampang, dan Pringsurat. ANTARA