DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melaksanakan program safari kesehatan yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam acara ini, mereka menyediakan beragam layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma, termasuk pelaksanaan operasi katarak. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Program ini biasanya berlangsung di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, namun kali ini mereka berusaha langsung mendekati warga. Arya Wibawa menyampaikan pernyataan tersebut saat mengunjungi acara safari kesehatan yang berlangsung di Puri Agung Dangin Denpasar. Acara ini bekerja sama dengan puskesmas, Poltekkes Denpasar, John Fawcett Foundation, dan berbagai pihak lainnya untuk memberikan layanan kesehatan. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional, yang diiringi kolaborasi dengan John Fawcett Foundation. Dalam rangka acara tersebut, lima warga Denpasar mendapatkan kesempatan untuk menjalani operasi katarak secara langsung di lokasi acara. Di samping itu, terdapat berbagai skrining kesehatan dan pemeriksaan mata yang dilakukan. Bagi masyarakat yang memiliki kemungkinan menderita katarak dan telah melalui evaluasi, mereka bisa langsung mendapatkan tindakan operasi jika diperlukan. Arya Wibawa menambahkan bahwa warga yang tidak memiliki KTP Denpasar juga dipersilakan untuk memanfaatkan layanan safari kesehatan ini. Namun, bagi mereka yang akan menjalani operasi dan memiliki KTP di luar Denpasar, diharuskan menyertakan surat rekomendasi yang menegaskan status mereka sebagai masyarakat tidak mampu. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, menjelaskan bahwa kegiatan safari kesehatan bukan hanya bertujuan untuk mendekatkan layanan, tetapi juga untuk mengenalkan lebih luas kepada masyarakat tentang berbagai opsi perawatan kesehatan yang tersedia. "Dalam acara safari kesehatan ini, kami menggabungkan berbagai jenis layanan, termasuk metode perawatan kesehatan konvensional, tradisional, hingga akupresur. Penggunaan jamu juga disertakan di dalamnya," jelas Dharmayuda. Terkait dengan operasi katarak, Dharmayuda menjelaskan bahwa masalah penglihatan yang disebabkan oleh katarak seringkali berkaitan dengan faktor usia. Ia mengingatkan bahwa langkah skrining yang lebih dini sangat penting untuk mendeteksi katarak sebelum berkembang lebih parah. “Semakin bertambah usia, semakin besar kemungkinan seseorang terkena katarak. Oleh sebab itu, kami berusaha untuk menggiatkan program skrining guna mendeteksi lebih awal,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi katarak di Kota Denpasar dapat dilakukan karena sudah mencapai status *Universal Health Coverage* (UHC), di mana semua penduduk telah memiliki jaminan kesehatan. Seluruh rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, termasuk rumah sakit tipe C, sudah dilengkapi dengan dokter spesialis mata. “Jika ada indikasi pasien yang menderita katarak saat melakukan pemeriksaan di puskesmas, akan disiapkan rujukan untuk tindakan lebih lanjut. Sebelum operasi, pasien juga akan menjalani skrining tambahan, seperti pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Setelah memenuhi syarat, kami akan menjadwalkan operasi,” paparnya. Operasi katarak tidak hanya dapat dilakukan di rumah sakit, tetapi juga dapat melibatkan kerjasama dengan pihak ketiga seperti John Fawcett Foundation untuk memperluas akses layanan kesehatan. ANTARA