**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, yang terletak di Jawa Barat, melakukan inisiatif pelatihan bagi para ibu rumah tangga mengenai cara mengolah berbagai jenis pangan menggunakan bahan alternatif yang berasal dari sumber daya lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Abdur Rofiq, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta wawasan masyarakat terkait dengan pemanfaatan sumber daya lokal, serta cara mengonsumsi makanan bergizi yang beraneka ragam. Hal ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi, terutama untuk anak-anak mereka.
Rofiq menjelaskan bahwa harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin berdaya dengan potensi yang ada di sekeliling mereka. Ia mendorong agar bahan-bahan yang tumbuh di lingkungan sekitar dapat dijadikan alternatif pangan yang sehat dan menarik bagi anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dapat lebih menyebar di kalangan masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam upaya mengatasi masalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang terjangkau dan tersedia di lingkungan, diharapkan makanan yang disajikan dapat menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi lebih banyak nutrisi.
Rofiq menambahkan bahwa pelatihan tersebut diawali dengan sesi edukasi oleh para pakar gizi, kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk praktik memasak. Dalam sesi praktik tersebut, peserta dibekali alat dan bahan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah, sehingga mereka dapat langsung menerapkan ilmu yang telah didapatkan.
Menurut Kepala Bidang Penganekaragaman dan Konsumsi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Risna Ayu Pratiwy, bahan pangan alternatif yang digunakan dalam pelatihan kali ini adalah ubi jalar dan ubi ungu. Kedua jenis umbi ini mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal peserta, sehingga dapat menjadi pilihan yang praktis untuk olahan pangan yang sehat.
Risna juga mengharapkan bahwa dari penggunaan pangan lokal, masyarakat tidak hanya terpaku pada metode pengolahan yang monoton seperti direbus. Sebaliknya, mereka dapat berkreasi dengan membuat berbagai jenis olahan seperti donat, kue, dan lainnya. Inovasi ini diharapkan juga dapat memberikan peluang tambahan bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan dari usaha rumahan mereka.
Tria Astika Endah Permatasari, seorang ahli gizi dan teknik olahan pangan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, memberikan penjelasan terkait manfaat gizi dari bahan baku ubi jalar dan ubi ungu. Ia menegaskan bahwa kedua umbi ini aman dikonsumsi dan kaya akan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Ubi ungu, misalnya, mengandung karbohidrat, protein, serat, dan berbagai vitamin, termasuk antioksidan yang baik untuk meningkatkan imunitas.
Dari segi pengolahan, Tria menjelaskan bahwa ubi ungu dapat dipadukan dengan sedikit tepung dan telur, sehingga menghasilkan tekstur yang mengembang. Gula tabur dapat ditambahkan sebagai pemanis, dan untuk variasi rasa, ibu-ibu dapat menyesuaikan tambahan bahan sesuai dengan selera masing-masing.
Pelatihan semacam ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi komunitas, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan perbaikan gizi keluarga. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya pangan lokal dan keberagaman olahan makanan dalam kehidupan sehari-hari.
ANTARA
Pemkab Bekasi Latih Ibu Rumah Tangga Olah Pangan Lokal Sehat
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







