**Borneonews - Jakarta**, Dalam sebuah insiden yang terjadi di depan gedung DPR RI, massa pengunjuk rasa melempari petugas kepolisian dengan batu dan botol saat petugas berupaya memadamkan api yang menyala di pagar depan gedung tersebut, pada hari Kamis.
Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian sekitar pukul 16.18 WIB, terlihat bahwa polisi sedang melakukan tindakan pemadaman terhadap api yang telah membakar bagian pagar. Namun, saat para petugas menggunakan selang dari pemadam kebakaran, situasi di lapangan mulai memanas. Massa pengunjuk rasa semakin agresif dan mulai melempari para petugas dengan berbagai benda.
Serangan dengan lemparan batu terjadi dari semua sudut luar gedung DPR ke arah halaman di dalam. Sejumlah demonstran yang berada di dekat tembok yang hancur mencoba untuk menerobos masuk ke dalam gedung secara paksa. Beragam ukuran batu yang dilemparkan oleh massa, mulai dari ukuran kepalan tangan hingga batu yang lebih besar, semakin menambah ketegangan di lokasi tersebut.
Sebelumnya, para pengunjuk rasa menyampaikan protes mereka di depan gedung DPR akibat rencana anggota legislatif yang ingin menggelar Rapat Paripurna untuk membahas RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, yang dikenal sebagai RUU Pilkada, pada pagi hari yang sama. Namun, rapat tersebut terpaksa ditunda karena jumlah kehadiran anggota DPR yang tidak memenuhi syarat untuk menggelar rapat, dengan hanya 89 orang dari total 575 anggota yang hadir.
Berdasarkan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib, pada Pasal 281 ayat (1) dijelaskan bahwa ketua rapat hanya dapat membuka rapat jika lebih dari setengah jumlah anggota rapat, termasuk lebih dari setengah unsur fraksi, hadir pada waktu yang sudah ditentukan. Ayat (2) menerangkan bahwa jika pada saat yang telah ditetapkan tidak tercapai jumlah tersebut, maka ketua rapat harus mengumumkan penundaan pembukaan rapat. Sedangkan dalam ayat (3), ditegaskan bahwa penundaan tersebut tidak boleh lebih dari 30 menit.
Situasi di lokasi tetap berlangsung tegang, dengan massa terus berusaha menerobos dan melakukan aksi protes.
ANTARA
Massa Protes Melempar Polisi Saat Pemadaman Kebakaran di DPR RI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Monchengladbach Sudahi Rentetan Kekalahan dengan Bungkam Stuttgart
CBI Group Sudah Kirim 6.000 Liter BBM untuk Bantu Tangani Karhutla TNTP
Persib Bandung Alihkan Fokus ke Laga Hadapi Garudayaksa FC
CBI Group Kembali Bantu 2.000 Liter BBM untuk Karhutla TNTP
Mundari Minta Isenmulang FC Tak Pandang Sebelah Mata PSIM Yogyakarta
Komentar (0)
Memuat komentar…







