BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Mukomuko di Provinsi Bengkulu saat ini tengah memberikan pendampingan kepada tiga anak yang menjadi korban kekerasan seksual serta perundungan (*bullying*). Insiden tersebut terjadi dalam periode antara bulan Januari hingga Juli 2024. Menurut keterangan Kepala UPTD PPA Dinas terkait, Afia Lola Andany, saat ini terdapat tiga anak yang mendapat pendampingan. Dua di antaranya adalah korban kekerasan seksual, sementara satu lainnya terkena perundungan. Kasus pertama kekerasan seksual dilaporkan pada bulan Januari, kemudian kasus kedua muncul baru-baru ini pada bulan Juli, dan kasus perundungan terjadi pada bulan April. Afia menambahkan bahwa kasus perundungan yang dialami anak tersebut sempat menjadi viral di media sosial maupun media massa di daerah. "Kasus perundungan ini akhirnya bisa diselesaikan dengan damai karena kedua belah pihak sepakat untuk tidak meneruskan permasalahan ini," ungkapnya. Di sisi lain, kasus kekerasan seksual yang dialami korban oleh bapak tirinya pada Januari 2024 masih berlanjut dalam proses hukum. Korban tersebut bahkan terpaksa pindah dari daerah tersebut karena merasa malu. Sementara itu, kekerasan seksual yang melibatkan korban dan pacarnya juga terus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena kasus semacam ini tidak dapat diselesaikan melalui mediasi damai. Afia menekankan bahwa kasus-kasus yang melibatkan kekerasan seksual tidak dapat diselesaikan secara informal dan harus mengikuti jalur hukum. Untuk mendukung para korban, UPTD PPA tidak hanya mendampingi saat pemeriksaan, tetapi juga menyediakan layanan pendampingan psikologi. Terdapat psikolog yang memberikan konseling bagi para anak yang terkena kekerasan seksual maupun perundungan. Dari hasil observasi yang dilakukan, ia mencatat bahwa korban bullying sempat mengalami ketakutan untuk berinteraksi dengan orang lain. Namun, beriringan dengan waktu, korban perlahan mulai kembali ke kegiatan sekolah dan beradaptasi. ANTARA