**Borneonews - Jakarta**, Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) mengemukakan bahwa jalur yang digunakan dalam pertandingan lari *trail* perlu dilengkapi dengan jaringan internet serta sistem pemosisi global (*GPS*) yang efektif. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Harian PP ALTI, Muhammad Farhan, dalam sebuah pernyataan di Jakarta.
Farhan menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari penyediaan fasilitas ini adalah untuk meningkatkan keselamatan peserta. Konsentrasi pada lokasi lari *trail* yang sering kali berada di daerah terpencil menuntut adanya sistem komunikasi yang handal. Dengan adanya jaringan internet dan *GPS*, panitia penyelenggara dapat melakukan pemantauan terhadap lokasi dan posisi setiap peserta secara real-time.
Kemampuan untuk melacak peserta ini sangatlah krusial. Apabila terjadi situasi darurat, panitia dapat dengan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan bantuan yang cepat dan efisien. Farhan juga menjelaskan bahwa teknologi *GPS* yang terhubung dengan satelit memungkinkan keamanan dan keselamatan para pelari dapat di-track dengan akurat.
Lebih jauh, Farhan menambahkan bahwa fasilitas seperti *GPS* dan internet juga berpotensi untuk meningkatkan daya tarik bagi penonton. Sebagai contoh, pada acara lari lintas alam Internasional, *Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB)*, penonton dapat memantau performa pelari melalui aplikasi yang menyediakan fitur pelacakan langsung. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi inovasi yang menarik bagi masyarakat dan mendorong peningkatan jumlah penonton dalam acara lari *trail*.
Setiap tahun, Indonesia menyelenggarakan beragam kompetisi lari *trail*, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Beberapa turnamen yang terkenal di antaranya adalah Bali Ultra Trail yang digelar di Bali, Pongok Trail Run di Bangka Selatan, Asia Trail Master di Jawa Tengah, serta Bukit Lawang Orang Utan Trail Run di Sumatra Utara dan lain-lain.
Farhan mencatat bahwa kemampuan penyelenggaraan lomba lari *trail* di Indonesia sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Bahkan, saat ini banyak pelari dari luar negeri yang turut berpartisipasi, berkat jalur yang menawarkan keindahan alam Indonesia yang memukau. Namun, meskipun jumlah kompetisi terus bertambah, Farhan menyoroti adanya kekurangan dalam hal pemasaran. Ia menekankan perlunya para pemasar yang kreatif untuk menawarkan dan mengemas acara lari *trail* sehingga lebih menarik dan dapat menarik perhatian lebih banyak sponsor.
Event kita memang tidak kalah, namun yang kita butuhkan adalah peningkatan dari sisi pemasaran. Ini sangat penting untuk menarik lebih banyak sponsor, pungkas Farhan.
ANTARA
Jalur Lari Trail Ideal Dilengkapi Internet dan GPS untuk Keamanan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
OJK Gencar Edukasi Keuangan di Kalangan Pemuda Cegah Rekening Dormant
Kemlu Pastikan Seluruh Jamaah Umrah Aman di Tengah Eskalasi Konflik
Ginting Harus Mengakui Keunggulan Richie Duta di Indonesia Masters
Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi Spesialis
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Komentar (0)
Memuat komentar…







