PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tengah menyusun Peta Jalan Pengendalian Inflasi untuk periode lima tahun ke depan, yaitu 2024 hingga 2029. Peta jalan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan sinkronisasi dalam upaya pengendalian inflasi di daerah tersebut. Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menjelaskan bahwa fokus utama dalam penyusunan peta jalan ini adalah kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok kecil dan menengah. Dalam hal ini, upaya pencegahan terhadap lonjakan harga pada komoditas yang sering menjadi penyebab inflasi menjadi sangat penting. Ia menyatakan hal tersebut dalam sebuah pertemuan di Pontianak. Ani menekankan bahwa peta jalan pengendalian inflasi ini memegang peranan penting sebagai panduan bagi perangkat daerah serta instansi terkait untuk melakukan pengendalian inflasi secara efektif. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kapasitas tim yang terlibat dalam penyusunan peta jalan tersebut. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, baik dari sisi global maupun domestik, yang mengharuskan adanya strategi kebijakan yang dikenal dengan istilah 4K. Keempat aspek dalam kebijakan ini adalah keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Lebih lanjut, Ani Sofian mendorong seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam TPID untuk lebih fokus dalam merumuskan program dan kegiatan yang dapat mengatasi lonjakan inflasi yang terjadi. Jangan lupa bahwa pembiayaan untuk implementasi strategi kebijakan 4K ini juga sangat penting untuk diperhatikan, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat upaya pengendalian inflasi di Kota Pontianak menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Menurut catatan, hingga bulan Juli, angka inflasi Kota Pontianak telah menunjukkan pengendalian yang baik dengan angka 0,60 persen. Angka ini bahkan menjadi yang terendah di seluruh Kalimantan Barat. Ani Sofian mencatat bahwa pencapaian tersebut bukan hanya hasil kerja keras dari pihaknya sendiri, melainkan merupakan kerjasama yang solid antara berbagai pihak. Beberapa di antaranya adalah mitra strategis seperti Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalbar, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, Perum Bulog Kalbar, Kejaksaan Negeri Pontianak, serta akademisi dari Universitas Tanjungpura. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan pendampingan dalam kegiatan lapangan, yang merupakan wujud dari komunikasi yang efektif dengan TPID Kota Pontianak. ANTARA