BATAM –
**Borneonews - Tanjungpinang**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, aktif melakukan pencarian terhadap anak-anak yang belum menerima vaksin polio. Upaya ini dilakukan khususnya di lingkungan sekolah dan posyandu yang berada di wilayah setempat. Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan bahwa kegiatan penyisiran ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Arahan ini dikeluarkan saat evaluasi pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 yang berlangsung di Posyandu Harum Jaya pada hari Kamis. Rustam menyatakan, "Saat ini, tim kami sedang menyisir anak-anak yang belum divaksinasi polio, terutama di beberapa sekolah dan posyandu." Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah sekolah di mana peserta didiknya belum mendapatkan imunisasi polio. Selain itu, Dinkes juga mencatat adanya sejumlah warga yang menolak anak mereka untuk divaksinasi. Sesuai dengan catatan yang ada, terdapat belasan anak yang orang tuanya menolak vaksin. Untuk meningkatkan partisipasi orang tua, tim Dinkes berencana untuk melakukan pendekatan dengan mengunjungi rumah-rumah secara langsung. "Kami akan meyakinkan orang tua agar bersedia memberikan vaksin polio kepada anak mereka. Kami akan terus melakukan upaya untuk memastikan semua anak mendapatkan vaksinasi," tegas Rustam. Rustam menambahkan bahwa alasan penolakan dari orang tua kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya informasi yang baik mengenai vaksinasi polio. Ia menekankan pentingnya vaksin polio yang telah terbukti aman, dengan puluhan ribu anak telah menerima vaksin tersebut tanpa mengalami efek samping pasca imunisasi yang signifikan. Oleh sebab itu, Rustam mengajak orang tua untuk datang ke posyandu dan membawa anak-anak mereka untuk menerima vaksin polio. "Penyakit polio tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan vaksinasi," ujarnya menjelaskan. Hingga saat ini, ia melaporkan bahwa capaian vaksinasi polio tahap pertama di Tanjungpinang telah mencapai 76,4 persen, setara dengan lebih dari 23 ribu anak dari target lebih dari 30 ribu anak. Sementara itu, untuk vaksinasi polio tahap kedua, saat ini tercatat mencapai 49 persen, yaitu lebih dari 14 ribu anak yang telah divaksin sejak tanggal 10 sampai 22 Agustus 2024. "Target kami adalah mencapai cakupan vaksinasi polio sebesar 95 persen. Hal ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga virus polio tidak menyebar luas," tutup Rustam. ANTARA