BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna yang terletak di Kepulauan Riau, melaksanakan sosialisasi mengenai penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk penanganan masalah stunting serta untuk mempermudah proses transisi anak dari PAUD ke Sekolah Dasar (SD) dengan cara yang menyenangkan bagi anak. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa program PAUD Holistik Integratif adalah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong perkembangan anak-anak pada usia dini. Dalam konteks ini, fokus utama dari model pembelajaran ini adalah menjadikan anak sebagai pusat dari kegiatan pembelajaran, melalui pendekatan bermain sambil belajar yang menyenangkan. Program ini menyasar berbagai aspek penting dalam tumbuh kembang anak, yang mencakup penyediaan layanan gizi yang baik, perhatian terhadap kesehatan, pendidikan yang berkualitas, pengasuhan yang tepat, serta perlindungan pada anak. Semua elemen ini dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan secara menyeluruh sehingga anak dapat tumbuh dengan baik dalam berbagai aspek kehidupan. Sosialisasi ini dinilai sangat penting oleh Hendra agar para bunda PAUD memahami peran kunci mereka dalam mendukung keberhasilan program Holistik Integratif ini. Ia menekankan bahwa masa usia dini merupakan periode yang sangat menentukan dalam kehidupan anak, yang sering disebut sebagai *golden age*. Keberhasilan di fase ini akan berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan mereka di masa dewasa. Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan. Semua aspek tersebut bertujuan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, termasuk potensi sosial-emosional, intelektual, moral, kreativitas, dan spiritual mereka. Ia juga memberikan dorongan kepada semua kepala sekolah dan para guru untuk bersemangat dalam membimbing, melatih, dan mendidik anak-anak sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Penting bagi mereka untuk mendirikan pondasi pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa, agar anak-anak sebagai calon pemimpin masa depan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. ANTARA