**Borneonews - Garut**, Kepolisian Resor Garut telah meningkatkan intensitas patroli untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan hutan di kawasan Gunung Guntur, yang terletak di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Patroli ini dilakukan sebagai upaya proaktif menghadapi potensi kebakaran yang meningkat seiring dengan datangnya musim kemarau.
Kepala Polisi Sektor Tarogong Kaler, Iptu Sona Rahadian Amus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan patroli dan memantau secara langsung area yang rawan kebakaran. "Kami terus melakukan patroli dan pemantauan untuk memastikan tidak ada kebakaran di areal hutan Gunung Guntur," ujarnya.
Tim patroli ini tidak hanya melibatkan personel dari kepolisian, tetapi juga bekerja sama dengan petugas dari instansi lain, seperti polisi hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI, serta jajaran instansi pemerintah daerah. Kerja sama ini bertujuan untuk memantau kawasan yang telah terbakar dan memastikan agar area lain tidak mengalami kebakaran. Jika terdeteksi adanya asap atau api, maka segera akan dilakukan upaya pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
"Apabila terdapat indikasi kebakaran, kami akan segera bergerak untuk melakukan pemadaman. Tujuannya agar api tidak meluas dan membakar lahan hutan yang lebih luas," tambahnya.
Iptu Sona juga menjelaskan bahwa kebakaran tersebut terjadi di area konservasi yang berada di lereng Gunung Guntur, khususnya di Blok Cilopang, Desa Rancabango, dengan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 200 hektare. Meskipun terjadi kebakaran, tempat tersebut terisolasi jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan masyarakat setempat. "Masyarakat di daerah ini aman karena lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman," tegasnya.
Selain patroli, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tidak membakar sampah secara sembarangan di sekitar hutan. Mereka juga dilarang melakukan aktivitas pendakian untuk menghindari risiko dan bahaya yang dapat ditimbulkan jika terjadi kebakaran.
"Kami melakukan sterilisasi jalur pendakian untuk memastikan tidak ada pendaki yang beraktivitas di sana, guna mengurangi risiko kebakaran hutan," tutur Iptu Sona.
Sebagai catatan, kebakaran lahan hutan di kawasan Gunung Guntur dilaporkan terjadi pada malam hari Senin, 19 Agustus. Sejak saat itu, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan setiap kali terlihat adanya asap atau api.
ANTARA
Patroli Intensif Polres Garut Cegah Kebakaran Hutan di Gunung Guntur
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







