TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, memberikan dorongan kepada para wisudawan Universitas Kaltara (Unikaltar) agar dapat berkontribusi secara proaktif dalam pembangunan provinsi mereka. Dalam sambutannya, ia menyatakan harapannya agar gelar dan pengetahuan yang diperoleh selama masa studi dapat memberikan manfaat yang signifikan, baik bagi diri wisudawan maupun masyarakat di sekitar. Ucapan selamat turut disampaikan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Kaltara, terutama kepada mereka yang berhasil meraih gelar sebagai lulusan terbaik. Gubernur memberikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Unikaltar sebagai salah satu institusi pendidikan yang berperan dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas di Kalimantan Utara. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) provinsi ini pada tahun 2023 mencapai angka 72,88. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yang tercatat pada 72,21, menunjukkan kenaikan sebesar 0,9 persen atau 0,67 poin. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Dalam konteks ini, peran perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, Zainal menekankan bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan bangsa sangatlah signifikan. Sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah diperlukan untuk meningkatkan kualitas SDM di masa depan. Ia mengingatkan wisudawan dan wisudawati Unikaltar agar tidak pernah berhenti dalam mengejar pengetahuan, dan terus memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan di Kalimantan Utara. Dia juga menegaskan pentingnya untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan, dengan mencontohkan pengalaman pribadinya. Di usia 62 tahun, ia berhasil mempertahankan disertasi di Universitas Hasanuddin Makassar, menegaskan bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak memiliki akhir. ANTARA