JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengelola jalan tol dalam kota, Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), baru saja mengambil langkah untuk mengalihkan arus pengguna jalan menuju Slipi sebagai dampak dari demonstrasi yang sedang berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR. Penutupan sementara ini dimulai pada pukul 16.55 WIB, dan pengguna jalan yang menuju arah Slipi diminta untuk memutar balik di kilometer 8+100 dan kilometer 9+800 untuk kembali menuju ke arah Cawang. Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Rakhmanto, menjelaskan bahwa pengguna jalan tol yang ingin menuju Cawang juga diharuskan memutar balik di kilometer 12+400 untuk kembali ke Slipi. Pengalihan arus tersebut merupakan langkah yang diambil seiring dengan aksi massa yang menuntut penyampaian aspirasi, yang mulai meluas ke jalur tol dalam kota. Lebih lanjut, Ginanjar menginformasikan bahwa atas pertimbangan dari pihak kepolisian, beberapa gerbang tol, termasuk Gerbang Tol (GT) Senayan menuju Slipi, serta GT Slipi 2 dan Pejompongan arah Cawang, telah ditutup sementara. Ia meminta agar para pengguna jalan memaklumi kondisi ini dan menghindari ruas tol dalam kota, terutama di area Semanggi dan Senayan, hingga demonstrasi berakhir. Ginanjar juga menekankan pentingnya keselamatan di jalan dan mengingatkan agar pengguna jalan mematuhi semua rambu serta arahan petugas yang bertugas di lapangan. Para pengendara diharapkan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan cermat dan terus memperbarui informasi terkini terkait situasi yang sedang berlangsung. Aksi demonstrasi ini, yang terjadi pada hari ini, ditujukan sebagai pengawalan terhadap dua keputusan penting dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan tahapan pencalonan kepala daerah dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yaitu Putusan Nomor 60 dan 70. ANTARA