MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bertujuan untuk mempromosikan Gerakan Cari Menantu Bebas Narkoba, yang dikenal dengan akronim *Gencarkan*. Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, mewakili Kepala Kanwil Muhammad Tonang, menjelaskan bahwa PKS ini berfokus pada pelaksanaan skrining kesehatan dan tes urine bagi calon pengantin. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Sulsel Bersinar, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba di Sulawesi Selatan. "Kami telah mengkolaborasikan dua program penting ini, yaitu Sulsel Bersinar dan *Gencarkan*, sebagai langkah bersama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ungkapnya. Penandatanganan tersebut melibatkan H. Aminuddin, Kombes Pol. Budi Sajidin dari BNNP Sulsel, dan HM. Ishaq Iskandar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Aminuddin menegaskan komitmen Sulsel untuk mendukung kolaborasi ini, yang dianggap sangat penting untuk kesehatan keluarga serta masa depan generasi muda bangsa. "Kerjasama ini sangat kami dukung karena merupakan bagian dari ikhtiar ajaran agama yang mengingatkan kita untuk tidak membiarkan generasi kita yang akan datang menjadi lemah," kata Aminuddin, sambil mengutip salah satu ayat dari Surat An Nisa. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Sulsel selama tiga tahun ini sejalan dengan berbagai langkah pencegahan yang telah dilakukan oleh Kemenag, seperti Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Lebih lanjut, Aminuddin menyatakan bahwa Kemenag Sulsel juga aktif menjalin kerjasama dalam pemberdayaan penyuluh untuk sosialisasi mengenai pencegahan narkoba. "Penyuluh dan mubaligh telah melakukan kampanye melalui masjid. Namun, kami merasa bahwa upaya ini perlu lebih digencarkan lagi," ujarnya. Dinas Kesehatan Sulsel sendiri melakukan skrining kesehatan bagi calon pengantin melalui tes urine dari tahun 2022 hingga 2024 di 24 kabupaten/kota di Sulsel. "Pada tahun 2022, kami melakukan skrining terhadap 7.000 calon pengantin dan menemukan 37 orang positif terpapar narkotika dan zat adiktif lainnya," jelas Yusri Yunus, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel. Pada tahun 2023, Dinas Kesehatan melanjutkan program ini dengan melakukan tes kepada 8.800 calon pengantin, yang menghasilkan 46 orang positif. Sedangkan pada tahun 2024, skrining telah dilakukan terhadap 4.000 calon pengantin. Yusri berharap agar Kemenag dapat lebih memperkuat penyuluhan mengenai pencegahan narkoba, misalnya dengan menerapkan khutbah seragam pada shalat Jum'at untuk tujuan tersebut. "Langkah ini diharapkan dapat membantu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah," papar Yusri. ANTARA