PADANG –
**Borneonews - Agam**, Harga kulit manis di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami peningkatan yang signifikan. Kini, harga kulit manis mencapai Rp50 ribu per kilogram, yang sebelumnya hanya berkisar di angka Rp30 ribu per kilogram. Seorang petani kulit manis bernama Martini, yang berlokasi di Malalak, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini tercatat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kulit manis dengan kondisi kering kini dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi. "Harga kulit manis saat ini telah meningkat Rp10 ribu per kilogram selama bulan ini," ujarnya. Dalam penjelasannya, Martini juga menyebutkan bahwa harga kulit manis kelas dua, yang biasanya ditemukan pada ranting, dibanderol seharga Rp20 ribu per kilogram. Kulit manis hasil panennya dijual kepada pedagang pengumpul yang akan mendistribusikannya ke sejumlah kota besar, termasuk Padang dan Bukittinggi. Proses pengolahan kulit manis ini dilakukan dengan memanen dan menjemurnya selama beberapa hari hingga kering. Martini menjelaskan, satu hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 150 kilogram kulit manis dalam keadaan basah. Namun, setelah proses penjemuran, beratnya akan menyusut menjadi sekitar 50 kilogram. Untuk kulit manis kelas dua, hasil panennya berkisar 50 kilogram, yang setelah dijemur akan berkurang hingga sekitar 20 kilogram. Dia juga menambahkan bahwa ia memiliki dua hektare lahan yang dapat menghasilkan kulit manis yang dapat dipanen setelah ditanam selama lima hingga enam tahun. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, menyatakan bahwa Kecamatan Malalak adalah salah satu daerah utama penghasil kulit manis di Kabupaten Agam. Daerah lain yang juga berkontribusi pada produksi kulit manis adalah Ampek Koto dan Tanjung Raya, serta beberapa kecamatan lainnya. Arief menyebutkan bahwa setiap bulan, produksi kulit manis di kawasan tersebut mencapai ratusan ton. Dinas Pertanian Agam berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan kepada para petani kulit manis. Mereka juga mendorong penggunaan bibit unggul agar hasil produksi dapat meningkat secara signifikan. ANTARA