JAKARTA –
**Borneonews - Pulau Pramuka**, Pulau Pramuka, yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta, menyimpan pesona wisata yang tak terbantahkan. Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam menggunakan kapal dari Ancol di Jakarta Utara, pengunjung akan tiba di dermaga yang berbeda, dikelilingi oleh air laut biru yang berkilau. Setiba di pulau, pengunjung akan disambut dengan hangat oleh masyarakat lokal. Di sekitar dermaga, terlihat penduduk setempat sibuk mengurus berbagai aktivitas, sementara anak-anak bermain riang di sekitarnya, dan pedagang menata makanan ringan yang mereka tawarkan. Keberadaan objek wisata di pulau ini sangat menarik perhatian. Disekitar dermaga kedatangan terdapat Pantai Sunrise, yang dikelola oleh penduduk lokal. Pantai ini menawarkan pemandangan tropis yang memukau serta kawasan mangrove yang menyatu dengan keindahan alami pulau. Ketika lapar melanda, pengunjung dapat langsung menuju tempat kuliner yang tidak jauh dari sana. Air pantai yang jernih dan dangkal sering kali memungkinkan pengunjung untuk melihat berbagai jenis ikan berwarna-warni yang berenang. Anak-anak setempat seringkali datang ke pantai untuk menyapa teman-teman laut mereka yang berwarna cerah. Bagi mereka yang ingin bersantai, Pantai Sunrise juga menyediakan deretan pohon pinus yang rindang, di mana pengunjung dapat berteduh dari terik matahari sambil menikmati semilir angin segar. Terdapat pula gazebo dan bangku kayu yang disediakan bagi para wisatawan yang ingin melepas lelah. Dalam rangka promosi produk ekonomi kreatif, pengunjung dapat mencoba keripik buah sukun yang renyah buatan warga lokal. Bagi para pencari tantangan, Pulau Pramuka menawarkan panorama bawah laut yang memikat. Di pulau ini, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti naik banana boat, menyelam, snorkeling, berenang, atau bersepeda dengan pemandu yang siap memperkenalkan berbagai tempat menarik. Tak hanya Pantai Sunrise, Pulau Pramuka juga memiliki beragam tempat menarik lainnya, seperti Arboretum Mangrove, Trash Edupark, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang Berseri, serta berbagai pilihan dermaga. Di samping itu, Pulau Pramuka yang ditetapkan sebagai desa wisata juga menawarkan kegiatan wisata edukasi. Para wisatawan dapat berpartisipasi dalam kegiatan penanaman fragmen karang, sebagai kontribusi terhadap upaya pemerintah dalam mempromosikan praktik wisata yang berkelanjutan. "Marilah kita semua mendukung Pulau Pramuka untuk menjadi desa wisata yang berkelanjutan. Saya percaya pulau ini memiliki potensi besar," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi pulau tersebut pada 17 Agustus. Pengunjung yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini biasanya akan kembali ke pulau untuk memeriksa karang yang telah mereka tanam. Ketua komunitas pariwisata Pulau Pramuka, Hermansyah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Komunitas ini juga giat berupaya mempromosikan penerapan pariwisata berkelanjutan, termasuk kegiatan penanaman terumbu karang, guna meningkatkan kualitas pariwisata pulau. Pengunjung juga dapat tinggal lebih lama di desa wisata Pulau Pramuka, yang berhasil menembus 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 (ADWI), dengan menginap di homestay atau cottage. ADWI adalah program strategis yang diluncurkan pemerintah pada Maret 2024 sebagai bentuk penghargaan terhadap pelaku pariwisata yang berkontribusi pada transformasi sosial dan ekonomi daerah pedesaan. Edisi 2024 dari ADWI tidak hanya berfokus pada penghargaan individu, tetapi juga bertujuan untuk memberikan bantuan kepada desa wisata terpilih yang menunjukkan kemampuan untuk mengoptimalkan potensi, memperkuat manajemen pariwisata, dan memastikan keberlanjutan lingkungan. Dengan tema "Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Kelas Dunia," ADWI 2024 menjadi sarana bagi Indonesia untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lebih banyak kegiatan dan destinasi wisata yang ramah lingkungan. Melalui promosi pariwisata berkelanjutan, pemerintah tidak hanya berharap untuk melindungi lingkungan, tetapi juga mengembangkan sektor pariwisata yang dapat memadukan pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Menteri Uno menyatakan bahwa ADWI 2024 juga diharapkan dapat memfasilitasi kolaborasi dengan mitra strategis untuk meningkatkan kapasitas desa wisata, sehingga mereka dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Sebuah liburan tidak akan lengkap tanpa mencari suvenir khas untuk dibawa pulang kepada orang tercinta atau rekan kerja. Tentunya, desa wisata Pulau Pramuka memiliki beragam pemandangan dan atraksi menarik. Namun, dalam hal produk ekonomi kreatif, pulau ini masih perlu mengidentifikasi apa saja yang menjadi andalan produk kreatifnya. Menyadari masalah tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 17 Agustus mengadakan pelatihan Program KaTa Kreatif di sebuah restoran lokal untuk mendengarkan aspirasi warga Pulau Pramuka serta tantangan yang menghambat mereka di sektor ekonomi kreatif. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Uno menyebutkan bahwa Kepulauan Seribu telah melakukan proses penilaian diri, yang mengidentifikasi film, animasi, dan video sebagai produk ekonomi kreatif yang paling berpotensi dari pulau tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal telah mendekatinya dengan harapan mendapatkan dukungan promosi dari pemerintah, pembentukan pusat kreatif, serta kemudahan dalam pendaftaran hak kekayaan intelektual agar produk mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semua potensi, upaya, dan prestasi yang diraih oleh desa wisata Pulau Pramuka menjanjikan masa depan yang cerah sebagai destinasi wisata yang ikonis. ANTARA