SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Belasan mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, harus dilarikan ke rumah sakit akibat terpapar gas air mata. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro Semarang, Farid Darmawan, mengonfirmasi bahwa terdapat sejumlah mahasiswa yang mendapat perawatan medis. Pada hari yang sama, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang mengadakan demonstrasi untuk mendukung penerapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024. Aparat keamanan dari Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang menerjunkan sebanyak 750 personel untuk mengawal jalannya demonstrasi tersebut. Namun, situasi di lapangan semakin memanas ketika pagar gedung DPRD roboh, yang memicu pihak kepolisian untuk menggunakan mobil *water cannon* dan melepaskan tembakan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah dilarikan ke RS Roemani Semarang dengan keluhan sesak napas, dan ada pula yang pingsan di tempat kejadian. Farid Darmawan mengonfirmasi bahwa dari Universitas Diponegoro, terdapat sekitar enam mahasiswa yang mengalami kondisi tersebut. Setelah aksi yang berlangsung ricuh ini, Farid menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait penerapan Putusan Mahkamah Konstitusi yang dimaksud. Ia menambahkan, "Kami akan tetap mengawal. Entah kami akan melakukan aksi susulan dengan eskalasi yang lebih besar atau bagaimana, kami akan koordinasikan. Yang pasti, kami akan tetap mengawal." Dilain pihak, Sigit Budiarto, Humas RS Roemani Semarang, juga membenarkan adanya belasan mahasiswa yang dirawat di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut. Sigit enggan memberikan rincian mengenai keluhan medis yang dialami oleh para mahasiswa, karena hal tersebut merupakan kewenangan dokter. Namun, ia menyebutkan bahwa sebagian mahasiswa yang dirawat di IGD sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. "Data terbaru mencatat ada 15 pasien yang dirawat di IGD. Hingga pukul 18.00 WIB, masih ada tiga pasien yang sedang dalam tahap observasi," jelas Sigit. ANTARA