**Borneonews - Jakarta**, Upaya transisi energi dinyatakan dapat meningkatkan efisiensi bagi pelaku industri di dalam negeri, sekaligus memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian. Pernyataan ini disampaikan oleh Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, saat acara Road to Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang diselenggarakan di Jakarta.
Rizaldi menekankan bahwa transisi energi tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi, tetapi juga berfokus pada peningkatan efisiensi perusahaan. Dengan demikian, langkah ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi industri.
Salah satu contoh yang dikemukakan Rizaldi adalah industri semen, yang telah berhasil meningkatkan efisiensi biaya melalui upaya transisi energi. Saat ini, sektor ini tengah menghadapi situasi overupply, sehingga para pelaku bisnis lebih memilih untuk memproduksi semen ramah lingkungan dengan kadar klinker yang lebih rendah. Langkah ini tidak hanya mengurangi pengeluaran produksi tetapi juga memberikan nilai efisiensi kepada konsumen.
Di samping itu, Rizaldi juga menjelaskan bahwa International Sustainability Forum (ISF) 2024, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 56 September 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), akan menjadi wadah bagi pertukaran ide, inovasi, dan membangun solidaritas antar semua sektor dalam mewujudkan target emisi nol bersih (net-zero emissions/NZE).
Dalam Rencana Aksi Nasional yang Ditingkatkan (Enhanced Nationally Determined Contributions/E-NDCs), Indonesia telah menetapkan target pengurangan emisi karbon yang lebih ambisius, yakni dari 29 persen, atau setara 835 juta ton CO2, menjadi 32 persen, atau 912 juta ton CO2, yang harus dicapai pada tahun 2030.
Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah berencana untuk memproduksi 708 gigawatt listrik, dengan 96 persen dari pembangkit energi terbarukan dan 4 persen sisanya berasal dari energi nuklir. Total investasi yang diperlukan untuk pembangunan pembangkit dan infrastruktur transmisi diperkirakan mencapai 1.108 miliar dolar AS,beserta tambahan investasi sekitar 28,5 miliar dolar AS hingga tahun 2060.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Komentar (0)
Memuat komentar…







