JAKARTA –
**Borneonews - Balikpapan**, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Inisiatif terbaru yang diluncurkan adalah pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di dua wilayah, yaitu Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah yang terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurut Dodi Yapsenang, selaku Manajer Area Komunikasi, Hubungan Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT KPI Unit Balikpapan, salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko bencana adalah dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Program Kampung Siaga Bencana hadir sebagai langkah nyata dalam hal ini. Dodi menambahkan bahwa Kilang Balikpapan berfokus untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya dan risiko yang dapat ditimbulkan oleh bencana. Ini juga mencakup pembentukan jejaring siaga berbasis masyarakat serta memperkuat interaksi sosial di antara anggota komunitas. Selain itu, penting juga untuk mengorganisir masyarakat agar terlatih dan siap menghadapi bencana. Dia menekankan bahwa bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga kesiapsiagaan harus dimulai dengan pemahaman mendalam tentang jenis-jenis bencana dan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas relawan di lapangan. Oleh sebab itu, KPI aktif melaksanakan berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran. Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah pelatihan untuk kelompok binaan di KSB Margasari, yang berfokus pada pemadaman api skala kecil serta penggunaan *APAR* (Alat Pemadam Api Ringan). Kegiatan ini sangat krusial mengingat lokasi permukiman yang padat serta material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, yang rentan terhadap kebakaran. Seringkali, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik yang perlu diwaspadai. Dalam situasi kebakaran, Dodi mengingatkan pentingnya keselamatan pribadi sebagai prioritas utama. Dia menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, segera mencari bantuan, dan mengetahui cara memadamkan api dengan benar. KPI juga berpedoman pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana. Melalui program ini, KPI melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Dodi menjelaskan, dalam rencana strategis yang disusun, program Kampung Siaga Bencana ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan kebencanaan yang menyebarluaskan keterampilan dalam penanggulangan bencana, termasuk bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. ANTARA