DENPASAR –
**Borneonews - Badung**, Pemerintah Kabupaten Badung kini telah memasuki tahap akhir dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk Percepatan Penurunan Stunting periode 2025-2029. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pedoman yang efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, mengungkapkan bahwa dokumen RAD ini sangat krusial dan strategis sebagai dasar dalam pelaksanaan program penurunan stunting. Ia menekankan bahwa usaha ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Pada kesempatan itu, Suiasa memberikan apresiasi kepada semua pihak terkait yang telah menunjukkan komitmen dan tanggung jawab dalam upaya penurunan stunting. Data terkini menunjukkan bahwa pada tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Badung mencapai 4,9 persen, menjadikannya yang terendah di tingkat nasional. “Dengan hasil yang memuaskan ini, kami tidak akan berpuas diri. Ke depan, kami akan terus melakukan berbagai inovasi dan upaya untuk terus menurunkan angka stunting. Dengan hadirnya RAD Percepatan Penurunan Stunting ini, kami memastikan bahwa program yang disusun akan bersifat berkelanjutan, serta kualitas dan kuantitasnya akan terus meningkat,” tegasnya. Rencana Aksi Daerah ini nantinya akan dijalankan oleh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Selain itu, dokumen ini bertujuan untuk mendukung arah kebijakan dan program pembangunan daerah pada tahun 2025-2029, yang akan dirumuskan dalam sebuah peraturan bupati. Ketut Suiasa, yang juga berfungsi sebagai Ketua TPPS Kabupaten Badung, menambahkan bahwa pembahasan dari rapat TPPS sebelumnya, khususnya mengenai inisiatif Tri Pasti, akan dimasukkan sebagai bagian dari penyusunan RAD. “Tri Pasti yang kami maksud adalah, pertama, memastikan calon pengantin terdaftar dan mendapatkan konsultasi. Kedua, memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dan terakhir, memastikan balita mendapatkan pelayanan di posyandu,” pungkasnya. ANTARA